Home / Cerpen / Penyesalanku

Penyesalanku

Pagi yang cerah menyambutku,,,,matahari bersInar dengan cahayanya,burungpun bersuara begitu indahnya.Dirumah sederhana aku tinggal bersama kedua orang tuaku.sebut saja aku nisa.Pagi hari diruang tamu.

“Nisa……sayang,,,,.,barang bawaan yang mau dibawa udah siapkan ?”tanya ibu.

“Iya ibu,,,,,udah siap semua”

“Ya sudah sana,nisa kemobil duluan sambil menunggu ayah!!!”

 

Aku segera menuju mobil,aku bersama orang tuaku pergi untuk menghantrkan aku kepondok,yang sering aku sebut dengan penjara suci. Untuk kembali menjalani hidup yang aku tinggalkan selama 1 bulan,karena libur….hehe

Setelah beberapa jam perjalanan aku dan orang tuaku sampai  dipondok ALHIKAMAH 02,aku hanya merengut karena kekesalanku yang belum   ingin kembali kepondok untuk menjalani kehidupan didalam penjara suci ini.

 

“Nisa,…..ko cemburut terus ce ?”

“Iyalah !! Nisa masih betah dirumah bu,,,,?”

“Nisa ,kamu engga boleh ngomong gitu lah ??  ayah ibu udah cape ngurusin kamu,yang nurut kenapa ce nak ?”Sambil memegang dadanya,

“Udah lah yah ? jadi bikin nisa tambah sedih kalo ayah ngomong gitu!”

 

Setelah perdebatan itu terjadi,aku pun langsung menuju kamarku denagn air mata yang  mengalir deras,karena ayah ibu pergi meninggalkanku.

“Hmmm…..hikz…..hikz……”

“Kenapa ce nis ?baru datang langsung nangis”

“Engga kenapa –napa ko mba?”

2 hari berlalu ku melakukan kewajibanku dipondok sebagai santri  ,justru membuatku marah,bête dan yang lainnya.Aku menghabiskan uangku yang dijatah untuk satu bulan ternyata habis hanya dalamwaktu 2 hari,hanya untuk menuruti nafsuku.

 

“Halo,,,,,assalamu’alaikum?”

“Ni nisa bu ? wa’alaikumsalam”

“ada apa nisa? Uangmu habis ?”

“Ya uang nisa habis,nisa telvon mau minta dikirim uang,ibu engga usah kesini!”

“ya ALLAH nisa,,,,,,,,,,baru kemaren kamu dipondok,baru dua hari uangmu habis?Kamu habiskan buat beli apa aja nak ?”

“Ya yang bisa bikin nisa senang,soalnya bête dipondok!”

“MASYAALLAH…….!! Kamu tidak memikirkan keadaan ibu disini ,ya untuk keperluan yang lain.Apalagi sekarang ayah lagi sakit,buat bayar rumah sakit!!”

“Emang ayah sakit apa ?ko sampai dibawa kerumah sakit ?(merenung terkejut)

“Ayah kena jantung nis….?”

“Hah….jantung?”

 

Setelah aku becakap ditelvon cukup lama,dan setelah aku mendengar ayah dirumah sakit ,aku mulai terbuka.Aku sadar,aku hanya bias menangis,aku merasakan keegoisanku yang tak pernah melihat keadaan kedua orang tuaku yang bersusah payah mencari uang untuk sekolahku.Aku memang anak semata wayangnya yang pantas jika aku dibanggakannya,walaupun kenyataanya aku belum bisa.Hanya menangis yangh mungkin  bisa mereka  rasakan,mungkin juga mereka berfikir karena hanya kau satu yng bisa mereka harapkan.

 

“Hikz…..hikz…….hikz……,Ayah……..ayah………..sakit?(mataku semakin merah)”

“Perasaanku mulai tak tenang seperti ini ?”

 

Aku hanya bisa menangis dan terus memikirkannya ,hingga tak terasa pagi membangunkanku.

 

“Panggilan ditujukan kepda nisaul latifah,untuk mendatangi kantor pondok guna telvon “

Akupun berlari menuju kantor pondok untuk menerima telvon.Dengan pakain tidurku,denagn jilbab.Mataku membengkak karena air mata yang keluar semalaman.

“Assalmu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam,ibu ada apa ? kenapa perasaan nisa tidak enak ?apa ibu ? apa ?”

Aku hanya bisa mendengarkan desahan tangisan yang ibu  keluarkan,

“nisa ?”

“Kenapa ibu ? ada apa?

Mataku mulai berkaca,dan perasaan yang tak menentu datang lagi menghampiriki seperti semalaman tadi.

“Ayah,,,,,ayah,,,,,,,,,,,,,,,nisa…..nisa…………?”

 

Langsung kulempar telvon genggam itu,aku berlari menuju kekamar untuk berganti pakaian,dengan perasaan yang was-was ,khawatir,cemas,bercampur menjadi satu.

 

“Aku harus pulang! “ Hanya itu keinginanku.

“Nisa…..nisa……kamu mau kemana ? nisa………………mau kemana ?

Teriak teman-temanku,memanggilku.

 

Aku berlari secepatnya keluar dari penjara suci,dengan tak sadarkan diri aku tiba dirumah sakit dengan sakit yang ku rasakan .sakit dikepala,ditangan,hampir seluruh tubuhku sakit semua.Dengan berada diranjang,aku baru menyadari aku terserempet truk setelah sampai didepan rumahsakit,ternayat disampingku sudah ada ibuku yang selalu aku banggakan,ibuku yang kuat menghadapi cobaan yang terus datang.Dengan tak hentinya dia membacakan ayat suci alquran.Sehingga aku terbangun dari tidur yang cikup lama.

 

“Ibu…..?”

“Nisa…..anaku satu-satunya!,kamu udah siuman nak ?”

“Ibu? Nisa penegn ketemu sama ayah…..!”

 

 

“Nisa,,,,,,,”(ibu memelukku denagn erat,seperti takut kehilanganku ibu juga mencium keningku,aku  merasakan kasih sayang luar biasa yang dia berikan untukku)”

Setelah itu ibu pergi meninggalkanku dengan airmatanya,

`Tapi kembali lagi dan memelukku lagi,,akhirnya ibu mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dengan ayah ?”

 

“Nisa…..ayah telah kembali kepada sang pencipta “

Airmataku mengalir deras seketika itu,,walaupun aku merasakan perih karena luka yang ada dipipiku.Aku ingin bertemu untuk yang terakhir kalinya,tapi karena kedatanganku justru membuat semuanya seperti ini,

“Pesan ayah satu nak,kamu harus belajar bersabar dalam menjalani cobaan ini ,selalu dekat dengan ALLAH”

“Ayaaaaaaaaaaahhhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,hikz…….hikkz,,,,,,,,,,,,,,,,,”

Hanya penyesalan yang aku rasakan,kehilangan orang yang aku sayang,orang yang menjadi bagian dari hidupku.

Karena waktu itu sangat berharga,,,!!!

About OSIS Publish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.