ZULKARNAIN :Raja Timur Dan Barat

ZULKARNAIN terkenal sebagai pemimpin dunia dan akhirat. ia raja dn juga nabi . ia berhasil menaklukkan negri-negri di dua belahan dunia ,timur dan barat . Di bawah kepemimpinannya , penduduk beriman kepada Allah .
Zulkarnain menakukkan negri demi negri. Di mana ditemunya kaum yang menyem bah berhala , dimana di dengarnya ada raja yang dzalim, kesanalah beliau tuk menyerangnya. Disingkirkanya raja yang dzalim dan digantikannya dengan raja yang adil,dan taat pada peraturan Alllah serta mampu memakmurkan rakyatnya.
Zulkarnain ahli dalam mendirikan bangunan dan memanfaatkan biji besi. Masyarakat takluknya didibina dengan berbagai keahlian terutama bangunan dan peman faatan biji besi . Setelah beberapa tahun beliau bersama mereka , ditinggalkannya ttempat itu dan meninggalkan tempat itu dan di teruskan perjalanannya ke negri di daerah timur . Penduduknya belum pandai membuat rumah .Pakaiannyamasih sederhana ,asal menutup auran, pun mereka menyembah berhala . Zulkarnain memengajari mereka membuat tempat tinggal ,Dan di bimbingnya mengenal Alllah S.W.T.

Suatu hari datanglah utusan Zulkarnain yang mengabarkan bahwa ia di temui oleh suatu kaum yang tak di mengerti bahasanya mereka tinggal di pegunungan . pemimpin mereka memnta perlindungan kepada Zulkarnain . mereka mengeluh serangan suku barbar yang mereka sebut suku yakjudddan makjud ke negri mereka . negri mereka tidak pernah merasa aman karena terus terusan di rampok dan kehidupan rakyat di porak porandakkan . Lantas Zulkarnain menemui mereka .

”Tuaan , Tolongla kami , tuk menghadapi mereka ” kata peimpinya
“kami bersebdia memberikan apa saja … asal kami dengan musuh kami di bei tembok yang kuat ”
” aku tidak mengharapka apa- apa atas jerih payahku karena aku lakukan karena Allah semata .Maukah kalian membantu membuat tembok itu ?”
rakyat itu amat gembira dan penuh sem,angat membantu tentara Zulkarnain mereka menentukan tempat yang paling rawan dari serangan musuh .Dibuatnya rencana membuat tembok dari besi dan tembaga., agar kukuh dan kuat Beberapa minggu berlalu untuk menumpukkan kayu bakar , kemudian berbonggol bonggol besi di tumpuk di tatasnya hingga setinggi gunung . lalu di bakar hingga melelehdan mencair . kemudian di tambahkan cairan tembaga di atasnya . Ketika cairan bsi dan tembaga itu dingin dan mengeras , selesailan dinding pemisah yang tinggi . Musuh mereka tak lagi bisa menyerang . mereka dapat hidup tenang dan beribadah kepada Allah S.W.T .
Zulkarnain berkata “dinding ini adalah rahmat dari Alllah S.W.T .Dinding inimemisahkan kaum dari musuhnya sampai waktu yang di tentukkan oleh-nya . Kalau tiba janji Allah , maka akan dirubuhkan kembali dindinng ini . jika sudah demikian kembalilah kekacauan di negri ini .sungguh janji Alllah adalah benar “

17 Cara Mengurangi Mata Minus

Bagi Anda yang menderita mata minus, pastilah akan mencari cara mengurangi mata minus agar penglihatan bisa kembali normal. Menderita mata minus memang membuat beberapa hal menjadi terbatas seperti contohnya berolahraga. Di bawah ini akan diuraikan beberapa cara mengurangi mata minus yang penulis dapatkan melalui pengalaman sendiri ataupun membaca buku-buku dan artikel mengenai cara mengurangi mata minus yang telah beredar di pasaran.
Mata manusia pada dasarnya diciptakan untuk berburu, memandang kejauhan dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan alam, karena hal ini maka mata manusia mampu mengubah tingkat fokusnya dengan sangat cepat. Namun seiring dengan berkembangnya jaman, mata manusia dipaksa untuk lebih banyak bekerja di lingkungan yang membuat mata memandang pada suatu titik yang sama dalam jangka waktu yang cukup lama, sebagai contohnya: para siswa yang diharuskan untuk banyak membaca buku. Hal ini mengakibatkan bola mata menjadi kaku yang pada akhirnya membuat bola mata tidak mampu mengubah kembali daya fokusnya, akibatnya adalah menderita mata minus.
SEKILAS MENGENAI PENYEBAB MATA MINUS
Selain hal diatas, ada juga beberapa penyebab mata minus, yaitu:
1. Faktor Etnis.
Hasil penelitian menemukan bahwa persentase penderita mata minus paling banyak ditemukan pada orang Asia yaitu sebesar 70-90%, kedua pada orang Eropa atau Amerika yaitu sebesar 30-40%, dan terakhir pada orang Afrika yaitu sebesar 10-20%.
2. Keturunan.
Orang tua yang memiliki bola mata yang lebih panjang (bola mata pada mata minus memang lebih panjang dibandingkan bola mata normal) biasanya akan memiliki keturunan yang memiliki bola mata yang lebih panjang pula.
3. Kebiasaan yang buruk.
Hal ini adalah penyebab utama kita menderita mata minus, mengingat sebagian besar orang dilahirkan dengan kondisi mata normal. Contoh kebiasaan buruk yang mengakibatkan mata minus, yaitu: membaca sambil tiduran, memandang tv/layar komputer terlalu lama, memandang suatu objek dalam waktu yang cukup lama tanpa mengalihkan pandangan, kurang memberi nutrisi yang cukup pada mata.
4. Penyakit.
Terkadang penangan yang salah ketika menderita suatu penyakit atau mengkonsumsi obat-obatan yang terlalu keras bisa memperburuk penglihatan. Penyakit tertentu juga bisa menyebabkan daya penglihatan menurun, seperti penyakit glukoma.
CARA MENGURANGI MATA MINUS
1. Konsumsi makanan yang memberikan nutrisi pada mata, terutama suplemen mata.
Cara mengurangi mata minus ini merupakan cara yang paling banyak memerikan keuntungan karena hasilnya berguna bagi kesehatan tubuh Anda, bukan hanya untuk mata saja. Mata membutuhkan vitamin A, β-carotene, vitamin E, zinc dan berbagai nutrisi lainnya untuk bisa berfungsi dengan baik. Menjaga kesehatan mata memerlukan asupan nutrisi yang cukup tinggi sehingga agak sulit untuk dipenuhi oleh makanan sehari-hari dan harus didukung oleh asupan suplement seperti:
1. Supplement Kalsium dan Vitamin A berdaya serap tinggi dan berkualitas tinggi.
2. Supplement Zinc organik yang aman bagi tubuh
3. Supplement β-carotene dan vitamin E berkualitas tinggi (Vitaline)
Makanan sehari-hari untuk menjaga kesehatan mata:
1. Wortel, kaya akan vitamin A dan β-carotene.
2. Ikan Salmon, kaya akan omega-3.
3. Alpukat, kaya akan kandungan lutein.
4. Kol dan Bayam, mengandung lutein, zeaxanthin dan vitamin C.
5. Telur, mengandung lutein, vitamin A, vitamin B12, vitamin D, zinc, dan protein.
6. Tomat, kaya akan vitamin A, vitamin C dan lycopene.
7. Tiram, kaya akan kandungan zinc (seng).
Apabila Anda mengalami kesulitan untuk mendapatkan nutrisi yang lengkap, disarankan untuk menambah asupan nutrisi dengan mengkonsumsi suplemen.
2. Lepas kacamata jika tidak diperlukan.
Ketika menggunakan kacamata, mata akan terbiasa terfokus pada pusat lensa (bagian tengah kacamata), hal ini menyebabkan otot mata menjadi kaku karena bola mata jarang bergerak untuk memandang ke arah lainnya. Anda bisa coba buktikan sendiri, ketika menggunakan kacamata, Anda akan lebih banyak menggerakan leher Anda untuk melihat sekeliling Anda dibandingkan menggerakan bola mata Anda. Selain itu, dengan melepas kacamata, maka Anda juga akan mengurangi ketergantungan pada kacamata.
3. Sering-sering mengganti objek pandangan Anda.
Jika Anda sering menatap satu objek dalam waktu lama, hal itu akan membuat otot mata menjadi kaku, oleh karena itu sering-seringlah mengganti objek yang dilihat, sebagai contoh: setelah menatap layar komputer, alihkan pandangan Anda ke jendela atau halaman rumah Anda selama beberapa saat, barulah kembali menatap computer.
4. Sering-sering menatap objek yang jauh, terutama yang berwarna hijau.
Objek yang berwarna hijau diyakini memberikan dampak positif bagi mata, oleh karena itu cobalah sesekali pergi ke gunung untuk memandang pepohonan. Apabila dirasa tidak memungkinkan karena keterbatasan waktu, sering-seringlah menatap objek-objek yang jaraknya cukup jauh untuk mengistirahatkan otot mata Anda.
5. Latih mata dengan melihat benda-benda yang bergerak.
Cara mengurangi mata minus yang satu ini bisa dilakukan dengan melihat kendaran yang berlalu-lalang di jalan raya, namun jika dirasa kurang sreg atau membahayakan, Anda bisa menggantinya dengan menggunakan bola ping pong yang dililitkan pada seutas benang. Tataplah bola ping pong yang diayunkan dari jarak yang tidak terlalu dekat dengan mata Anda.
6. Biasakan untuk menyisihkan waktu 15 menit setiap jamnya untuk mengisitirahatkan mata
Apabila rutinitas mengharuskan Anda untuk sering menatap layar komputer, biasakan untuk mengistirahatkan mata Anda dengan memandang kejauhan minimal 15 menit setiap jamnya. Hal ini akan sangat mencegah kenaikan mata minus Anda.
7. Lakukan terapi daun sirih.
Daun sirih memiliki berbagai macam khasiat, salah satunya adalah membuang kotoran, mengobati iritasi, mematikan kuman dan jamur pada mata. Cara untuk melakukan terapi daun sirih adalah:
1. Ambil 2 lembar daun sirih.
2. Cuci bersih (jangan direbus karena akan mengeluarkan zat-zat yang terkandung di dalamnya).
3. Tempelkan pada kelopak mata sebelum tidur (bisa menggunakan bantuan plester agar menempel pada mata).
4. Pagi harinya, lepas daun sirih dan cuci bersih wajah Anda.
8. Lakukan terapi lilin.
Terapi lilin bisa digunakan untuk membantu mata mengeluarkan kotoran melalui air mata. Cara untuk melakukan terapi lilin adalah:
1. Ambil 1 batang lilin dan nyalakan.
2. Tataplah lilin tanpa banyak berkedip sampai mata Anda banyak mengeluarkan air mata.
3. Lakukan kira-kira 4x seminggu.
9. Lakukan senam mata.
Senam mata sangat baik dilakukan karena dapat melatih kelenturan otot mata, selain itu cara ini merupakan cara mengurangi mata minus yang paling populer dan paling cepat terasa khasiatnya. Cara untuk melakukan senam mata adalah:
1. Tatap lurus ke depan.
2. Gerakan pandangan ke arah atas secara perlahan-lahan dan pertahankan selama 10 detik.
3. Gerakan bola mata kembali ke tengah dan pertahankan selama 10 detik.
4. Lakukan juga poin no.2-3 untuk ke arah bawah, kanan dan kiri.
5. Setelah poin no.4 selesai dilakukan, lakukan gerakan memutar bola mata Anda 360° searah jarum jam selama 2x.
6. Gerakan bola mata kembali ke tengah dan pertahankan selama 10 detik.
7. Lakukan poin no.5, namun kali ini kebalikan dari arah jarum jam.
8. Istirahatkan mata Anda dengan teknik eye palming.
9. Lakukan pada pagi dan sore hari.
10. Istirahatkan mata Anda dengan menggunakan teknik eye palming.
Teknik ini dapat membantu mata Anda untuk beristirahat dan baik digunakan setelah Anda melakukan senam mata. Cara untuk melakukan teknik eye palming adalah:
1. Gosok-gosokan kedua tangan Anda sampai terasa agak panas.
2. Tutup kedua mata Anda dan tutupi dengan tangan Anda (jangan sampai menekan bola mata).
3. Usahakan tidak ada cahaya dari luar yang masuk.
4. Lakukan beberapa kali sampai mata Anda terasa rileks.
Anda bisa melakukan teknik eye palming ini kapan saja mata Anda mulai terasa penat.
11. Kompres dengan air hangat.
Salah satu cara mengurangi mata minus yang paling penulis sukai adalah cara yang satu ini. Dengan mengompres mata menggunakan air hangat membuat mata menjadi rileks sehingga urat-urat merah pada bola mata menjadi hilang. Caranya adalah sebagai berikut:
1. Ambil handuk kecil yang bersih.
2. Rendam dengan air hangat (agak panas tidak apa-apa asal jangan sampai membuat kulit melepuh).
3. Tempelkan pada kelopak mata sambil berbaring.
4. Ulangi beberapa kali, hasilnya akan langsung terasa, mata yang capek akan disegarkan kembali.
12. Olahraga.
Olahraga membuat peredaran darah Anda menjadi lancar sehingga nutrisi dapat tersalurkan dengan baik ke organ-organ tubuh yang membutuhkan. Namun apabila Anda menderita mata minus yang cukup tinggi (diatas 5), disarankan untuk tidak berolah raga yang banyak membebankan mata Anda (membuat bola mata menjadi kejang) seperti mengangkat beban yang berat. Hal tersebut bisa membuat lensa mata terlepas dari bola mata (Ablasio Retina) sehingga menyebabkan kebutaan. Gunakan olahraga yang lebih santai namun tetap bermanfaat seperti: aerobic, bersepeda, jogging, dan berenang.
13. Berjemur.
Berjemur baik agar tubuh mendapat asupan vitamin D, namun lakukan hanya pada pagi hari. Tutuplah kedua mata Anda dan arahkan pandangan ke matahari sampai bola mata Anda terasa hangat. Lakukan juga senam leher ketika Anda melakukan hal ini agar sirkulasi darah ke kepala menjadi lancar.
14. Pijatlah titik-titik di sekitar mata Anda.
Dengan memijat titik-titik akupuntur di sekitar mata Anda akan membantu mata menjadi lebih rileks dan melancarkan peredaran darah di sekitar mata Anda.

Titik-titik Akupuntur Pada Mata
15. Hindari makanan dibawah ini.
Seperti halnya nutrisi yang baik akan membantu penglihatan Anda agar lebih sehat, begitu pula nutrisi yang buruk akan memperparah kondisi mata Anda. Makanan yang harus dihindari yaitu:
1. Makanan atau minuman yang mengandung kafein, seperti kopi.
2. Makanan atau minuman yang mengandung alkohol.
3. Makanan atau minuman yang banyak mengandung gula, seperti: permen, es krim, minuman kalengan, dan lain-lain.
4. Makanan atau minuman yang banyak mengandung susu.
5. Gorengan.
6. Rokok.
16. Minum 3 kombinasi buah di bawah ini.
Cara mengurangi mata minus yang satu ini terbukti membuat salah satu teman penulis sembuh dari menderita mata minus, setelah melakukan terapi ini dengan teratur selama 6 bulan, minus 4 yang dideritanya sembuh total, padahal usianya sudah hampir menginjak 40 tahun. Caranya adalah:
1. Siapkan buah bit (buah bit berkualitas tinggi berwarna merah dan berasa manis, tidak pahit seperti yang biasa digunakan untuk sayuran), buah belimbing dan buah wortel.
2. Masing-masing buah di jus secara terpisah menggunakan juice extractor (juicer yang mampu memisahkan ampas dan sari buah), boleh menggunakan air sedikit saja agar sari buah benar-benar murni.
3. Usahakan menggunakan buah secukupnya agar takaran sari buah yang dihasilkan biasanya ± ¼ dari gelas minum.
4. Minumlah sari buah bit terlebih dahulu, baru belimbing, dan terakhir baru wortel.
5. Lakukan terapi pada pagi dan sore hari.
17. Operasi lasik.
Apabila semua cara mengurangi mata minus di atas sudah Anda coba dan tidak memberikan hasil yang memuaskan bagi Anda, maka cara mengurangi mata minus ini dapat Anda tempuh sebagai langkah terakhir. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter mata yang dapat dipercaya sebelum menempuh cara mengurangi mata minus ini, mengingat resiko dan biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit.
Demikian kiranya tips dan cara mengurangi mata minus yang kami sampaikan, kiranya cara mengurangi mata minus diatas dapat membantu Anda.
Perhatian: cara mengurangi mata minus di atas membutuhkan latihan yang teratur dan waktu yang cukup sebelum hasilnya dapat terasa, oleh karena itu apabila Anda belum merasakan khasiatnya setelah mempraktekkan cara mengurangi mata minus diatas, kami menyarankan agar Anda tidak cepat putus asa, namun terus melakukan cara mengurangi mata minus karena minimal bisa mencegah minus pada mata semakin bertambah parah.

sumber :www.sehat100.com

SOMBONG MEBUTAKAN HATI

Sombong adalah sebuah persaan hati, atau ucapan lisan atau perbuatan anggota badan manusia yang mencerminkan penolakan terhadap kebenaran dan penghinaan atas makhluk lain baik manusia, hewan, tumbuhan ataupun yang lainya

apa jadinya dunia ini jika semua orang menolak kebenaran(sombong). Bayangkan saja, jika tidak ada orang yang menerima kebenaran sudah dapat di pastikan kejahatan muncul dimana2 apalagi hanya masalah sepele, tidak mau di salahkan. Inilah kesombongan, dengan kesombongan seseorang  senantiasa merasa dirinya slalu berbuat benar walaupun sebenarnya berbuat salah.

Mari kita mengambil plajaran dari umat-umat terdahulu yang telah Allah kisahkan dalam  Al qur’an, semua kesesatan yang mereka alami, karna mereka menolak kebenaran .berikut kisahnya;

KAUM AD.

Kaum ad (kaum nabi Hud as) mereka menyombongkan diri di muka bumi ini tanpa mengindahkan kebenaran, dan mereka berkata; ”siapakah yang lebih kuat dari kami”. Tidakkah mereka perhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka tentulah lebih kuat dari mereka dan mereka mengingkari tanda2 kebesaran Allah.  dan akibatnya; ”maka kami tiupkan angin yang bergemuruh pada mereka dalam beberapa hari yang nahas agar kami membuat mereka merasakan siksaan kami yang menghinakan di dunia”(qs.fushilat;15)

KAUM NABI SYU’AIB

Para pemuka dari kaum nabi syuaib yang menyombongkan diri berkata; ”wahai syuaib,sungguh akan kami usir engkau bersama orang2 yang berimandari negri kami, kecuali engkau .kembali ke agama kami  dan akibatnya; ” lalu datanglah gempa  menimpa mereka dan mereka pun mati bergelimpangan didalam reruntuan rumah mereka”(qs. Al a’rof;91)

KAUM TSAMUD

orang2 yang menyombongkan diri berkata(kepada orang2 yang beriman terhadap kerosulan nabi soleh); ”sesungguhnya kami orang2 yang tidak percaya terhadap apa yang kamu sekalian imaniitu”(qs Al a’rof;76) lalu ahirnya mereka dengan sombongnya melanggar denagan menyembelih unta yang jadi bukti kebesaran Allah ta’ala. dan akibatnya; ” lalu datanglah gempa menimpa mereka,dan mereka pun mati bergelimpangan didalam reruntuhan rumah mereka”(qs Al a’rof;78)

Itulah beberapa kisah dalam al qur;an yang menunjukan bahwa salah satu penyebeb Allah mengadzab adalah kesombongan dalam menolak kebenaran.

Mengenal Allah’ Imam Ghozali dalam Ihya’ Ulumuddin\

Imam Ghozali Dalam Ihya’ Ulumuddin, Ilmu Tasawuf Terbagi Menjadi Dua: 1.- Tasawuf Sebagai Ilmu Mu’Amalah, Ini lah Yang Di uraikan Dalam Ihya’ Ulumuddin. 2.- Ilmu Tasawuf Sebagai Ilmu Mukasyafah, Menurut Imam Ghozali Ilmu Ini Tersendiri Serta Tidak Boleh Di Tuliskan. Sebagaimana Kata-kata Imam Ghozali, Fana Adalah Salah Satu Tingkatan Ilmu Mukasyafah.

Mengenal Allah’ Imam Ghozali dalam Ihya’ Ulumuddin
Dari Pada Dirinya Muncul Imajinasi Orang Yang Menyatakan Terjadinya Hulul Atau Penyatuan Dan Yang Menyatakan: Aku Ini Yang Maha Benar!.. Ini Memang Benar-benar Keliru, Seperti Kelirunya Orang-orang Yang Memfonis Cermin Sebagai Merah Hanya Karena Memantulkan Warna Merah”.

Berikut Ini Mengenai Tauhid Imam Ghozali, Membaginya Menjadi Empat:

1.- Tauhid, Seseorang Yang Menyatakan Tidak Ada Tuhan Kecuali Allah, Sementara Sementara Kalbunya Melalaikan Makna Ucapanya. Tauhidnya Orang Munafik.

2.- Tauhid Yang Membenarkan Makna Ungkapan-ungkapan Syahadat, Tauhid nya Orang-orang Awam.

3.- Tauhid nya Orang-orang Yang Menyaksikan Kebenaran Ungkapan Tersebut Secara Kasyf Dengan Cahaya Yang Maha Benar, Tauhid Nya Orang-orang Yang Akrab Dengan Allah, Para MuQorrobin.

4.- Tauhid Seorang Yang Tidak Melihat Dalam Wujud Kecuali Hal Yang Tunggal, Tauhid nya Orang-orang Yang Benar, Para ShiddiQin, Dan Para Sufi Menyebutnya Kefanaan Dalam Tauhid.

Kebahagiaan Imam Ghozali berpendapat, dalam Kimia’ al-Sa’adah, “Seandainya Anda memandang kearah ilmu, anda niscaya melihatnya bagaikan begitu lezat. Sehingga ilmu itu dipelajari karena manfaatnya. Anda pun niscaya mendapatkannya sebagai sarana menuju akhirat serta kebahagiaanya, dan juga sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah. Namun hal ini mustahil tercapai kecuali dengan ilmu tersebut.

Dan yang paling tinggi peringkatnya, sebagai hak umat manusia, adalah kebahagiaan abadi. Sementara yang paling baik adalah sarana ilmu tersebut yaitu amal, yang mengantarnya kepada kebahagiaan tersebut, dan kebahagiaan tersebut mustahil tercapai kecuali dengan ilmu serta amal. Dan ilmupun tidak mungkin tercapai kecuali dengan ilmu cara beramal. Jadi asal kebahagiaan di dunia dan akhirat itu sebenarnya ilmu.

Kelezatan khusus kolbu adalah pengenalan terhadap Allah, dan kalbu memang tercipta untuk mengenal Allah. Kelezatan tertinggi dan terluhur pengenalan terhadap Allah. Manusia tidak hanya menikmati kelezatan pengenalan terhadap Allah setelah meninggal dunia saja, tapi diapun bisa menikmatinya ketika dalam keadaan sadar, yaitu ketika dia mampu menyaksikan berbagai hakekat realitas tertinggi, dan kepadanya pun alam malakut disingkapkan. Semua ini mustahil tercapai kecuali dengan keterpalingannya dari berbagai pesona materi, ilusi, serta kelezatan yang fana.” Kata Imam Ghozali.

Sekian Terimakasih By http://karya-mandau.blogspot.com/2012/11/mengenal-allah-imam-ghozali-dalam-ihya.html

Makna Hidup Dan Kehidupan

Kadang terlintas dipikiranku,
Apa sebenarnya arti kehidupan
ini
sesungguhnya?Setiap manusia
tentunya memilki kehidupannya masing-
masing.Semuanya memiliki arti
kehidupan yang berbeda,Seperti kamu
dan aku tentu berbeda tentang
pengertian hidup.Berbeda manusia
berbeda pula arti kehidupan
seseorang dan setiap manusia juga
mempunyai jalan masing-masing
untuk hidup.hal inilah yang
menyebabkan setiap manusia
mempunyai pengertian hidup yang
berbeda.Ada
yang sadar dan ada pula yang
tidak menyadari apa sebenarnya
arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya.Tidak ada
yang bisa menyangkal kalau
seseorang belum mengetahui akan
arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya.Tentu semuanya
memerlukan proses.Dalam
proses inilah manusia mencari akan
arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya.
Saat manusia menemukan arti
kehidupannya selanjutnya manusia
berpikir untuk apa arti kehidupan ini?
Begitu manusia menemukan untuk
apa arti kehidupan tersebut.berarti ia
telah menemukan jati diri yang
sesungguhnya.Terlintas
dibenakku ketika melihat seorang
kakek berjalan kaki dengan
penglihatan yang kurang sempurna
begitu semangatnya ia menggeluti
pekerjaan sebagai penjual keliling.
Rasa iba datang ketika melihat
kondisi tersebut akan tetapi
dibenakku begitu terinspirasi
akan pencarian arti dari sebuah kehidupan yang
sesungguhnya.Kemudian ada
lagi suatu cerita ketika yang
bertolak 180 derajat dari kisah
seorang kakek tadi.Seseorang yang
hidupnya berkecukupan,penuh
dengan kesenangan tiada derita
yang menghampirinya akan tetapi ia
tidak mempunyai arti kehidupan yang
sesungguhnya,Untuk apa arti
kehidupannya?Ia sendiri tidak pernah
menyadarinya.Kadang kita juga sering
kehilangan akan arti sebuah kehidupan yang
sesungguhnya.Tak sedikit pula orang
yang patah semangat,putus asa
dalam menjalani kehidupan.stress karena
tak mempunyai arah dan tujuan hidup.
Betapa pentingnya dalam diri
seseorang memahami akan arti
kehidupan yang sesungguhnya.Mungkin
diri kita akan terasa goyang saat
diterpa musibah.Kehilangan akan
sesuatu ataupun lainnya yang
menyebabkan diri terombang-ambing
dalam kehidupan.Seandainya kita
benar-benar memahami arti sebuah kehidupan
tentu kita akan benar-benar tegar
dalam menghadapi setiap gejolak
kehidupan.Sebagai manusia yang
beragama tentunya kita mempunyai
sandaran hidup akan keyakinan kita
terhadap tuhan.Kita bisa
menemukan arti kehidupan
sesungguhnya lewat agama yang
kita anut.Kita terus berpikir dan
mencari sampai pada titik yang
mempertemukan antara diri dengan
tuhan.Dengan begitu kita akan
sadar sejauh mana kita mengartikan
kehidupan ini.
Dan pada akhirnya tinggal
kita sendiri yang menyimpulkan Apa
arti kehidupan ini?Untuk Apa?Dan
Akan Dibawa Kemana Arah Kehidupan Kita Tersebut?
mungkin kita sebagai manusia akan
terus berpikir dan mencari. Maka
sempatkanlah diri anda untuk
berpikir dan terus mencari Arti
kehidupan ini.Kita boleh berbeda akan
pengertian arti kehidupan ini,tetapi kita jangan pernah sama-
sama terjerumus kedalam gejolak
kehidupan yang akan menyesatkan
diri kita sendiri.

Sumber : Juliya hikmah

Menaruh Cermin di Ruang Makan Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Usaha penurunan berat badan identik dengan diet. Namun siapa sangka meletakkan cermin di ruang makan juga membantu usaha tersebut.

Huffington Post (12/01) mengabarkan peneliti di Cornell University Food and Brand Lab menemukan mengonsumsi makanan tidak sehat di depan cermin dapat membuat makanan tersebut nampak kurang lezat.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, peneliti melakukan uji rasa dengan melibatkan 185 mahasiswa sebagai partisipan. Mereka diminta memilih antara kue cokelat atau salad buah.
Setelah memilih, setengah jumlah partisipan diminta makan di dalam ruangan yang menghadap cermin. Setengahnya lagi, makan di ruang tanpa cermin. Usai makan, partisipan diminta menilai rasa makanan tersebut.

Diantara para pemakan kue, mereka yang makan di hadapan cermin kurang menikmati kue dibanding mereka yang makan tanpa melihat dirinya di cermin. Namun hal ini tidak berlaku pada partisipan yang makan salad buah. Penilaian rasa diantara dua kelompok partisipan tidak berbeda.

“Bayangan di cermin tak sekadar menampilkan fisik seseorang. Mereka lebih mungkin melihat diri sendiri secara objektif, menilai diri sendiri, dan perilaku mereka dengan cara sama seperti mereka menilai orang lain.” ujar pemimpin penelitian Ata Jami dalam sebuah rilis berita.

Dengan kata lain, penelitian ini mengungkapkan melihat diri sendiri makan makanan yang tidak sehat memicu ketidaknyamanan sehubungan dengan standar sosial yang berlaku di masyarakat. Dalam penelitian, hal ini mengacu pada konsumsi makanan tinggi gula (kue cokelat) yang berakibat buruk bagi kesehatan.

Namun Jami menemukan fenomena ini hanya berlaku ketika partisipan makan makanan tidak sehat. Karenanya seseorang benar-benar bertanggung jawab atas pilihan makanannya.

Meski begitu, peneliti terkait tetap menyarankan peletakkan kaca di dapur atau ruang makan untuk membantu Anda mengawasi asupan makanan. Bukan tidak mungkin cara ini juga membantu usaha penurunan berat badan.

sumber : detik.com

Keutamaan bersedekah

Pertama, sedekah justru mengundang rezeki. Semakin banyak bersedekah, semakin banyak rezeki melimpah. “Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan bertambah”, sabda Rasulullah.

Kedua, sedekah bisa menyembuhkan penyakit. Karena sedekah dapat membersihkan hati dan pikiran, dampaknya secara psikologis dapat pula membantu penyembuhan, berkat ridha Allah SWT. Selain itu, Allah menjanjikan melipatgandakan ganjaran sedekah hingga 700 kali lipat. Dengan bersedekah Rp.100.000,- misalnya, bukan tak mungkin akan kembali Rp.70.000.000. Dan dengan uang itulah si sakit membiayi proses penyembuhannya.

Ketiga, sedekah dapat menolak bala, menahan musibah, menghilangkan kesulitan. Sabda Rasulullah, “Jika seseorang ingin dihilangkan kesulitannya, diringankan bebannya, ditolong atas semua permasalahannya, dia harus membantu mereka yang lebih susah, lebih menderita, lebih bermasalah. Dan bersedekah merupakan upaya terbaik untuk membantu orang lain.” Sabda Rasulullah SAW lagi, “Bersegeralah bersedekah. Sebab, musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.”

Keempat, sedekah dapat memanjangkan umur. Dengan bersedekah, kehidupan kita akan dipenuhi kebajikan. Selalu tumbuh kepuasan batin dan merasa lebih berbahagia, karena dapat membantu orang lain, dan semakin dicintai para sahabat. Dengan kebajikan, hidup menjadi lebih berkualitas.

Alkisah, pada 2003, seorang pedagang bubur ayam di semarang, Jawa Tengah, ingin sekali memberangkatkan ibunya pergi menunaikan ibadah haji. Demi mewujudkan niat tersebut, ia membuka rekening khusus untuk tabungan haji. Tapi, setelah dua tahun menabung, uang yang terkumpul baru mencapai Rp.5 juta, padahal tarif ONH waktu itu sekitar Rp.25 juta. Karena memang berniat baik, dan gemar membagikan bubur ayam kepada fakir miskin, Allah berkehendak menolongnya. Tak lama kemudian, tak disangka-sangka, ia memenangkan program undian berhadiah mobil mewah seharga hampir Rp.500 juta di Bank Mandiri tempat ia menabung. Karena tak sanggup membayar pajak, mobil itu ia jual kepada seorang hartawan.

Ajaib, mobil tersebut di beli dengan harga setengah miliar rupiah. Berarti Allah melipatgandakan tabungannya hingga 100 kali lipat. Walhasil, bukan hanya sang ibu tercinta yang pergi haji, si tukang bubur beserta istrinya pun berziarah ke Tanah Suci. Dan pulangnya menjadi tukang bubur yang kaya raya.

Suatu hari seorang pedagang dianjurkan oleh seorang ustad untuk bersedekah, padahal ia tak punya apa-apa lagi. Sang ustadz malah menganjurkan menjual satu-satunya harta yang masih dimilikinya, sebuah motor vespa, dan uangnya disedekahkan. Si pedagang menuruti nasihat itu. Baru saja berniat hendak menjual vespa, abangnya di swiss mengirim SMS, mengabarkan baru saja mentransfer uang Rp.30 juta.

Seorang insinyur punya utang Rp.2 milliar. Ia bingung. Suatu hari ia menemui seorang ustadz, dan ia dianjurkan untuk bersedekah. Padahal, ia sudah tidak punya apa-apa lagi. Namun ustadz itu melihat, ia masih punya sebuah arloji yang bisa dijual dan uangnya disedekahkan. Insinyur itu pun menurut, menyedekahkan satu-satunya arloji yang ia beli di Singapura senilai $S 3.000 (27 juta) itu dengan ikhlas. Tiga hari kemudian, ia mendapat proyek pembangunan senilai Rp. 5 miliar dan dibayar kontan di muka. Padahal, pembayaran lazimnya dilakukan setelah proyek selesai. Akhirnya, ia bisa melunasi utangnya yang Rp.2 milliar, dan menyedekahkan lagi uang sebanyak 1 miliar.

Pernah Terpikirkah Kita Menjadi Salah Satu Diantara Mereka?

Masih ada kisah mengenai keberkahan sedekah yang dialami seseorang marbot masjid. Ketika ia sedang asyik membersihkan masjid, tiba-tiba datang seorang ibu minta uang Rp.10 ribu untuk ongkos pulang. Si marbot punya Rp.15 ribu, dan langsung menyerahkannya kepada ibu yang sangat membutuhkan itu.

Seminggu kemudian, ia mendapatkan sumbangan uang dari para jamaah, khusus untuk si marbot. Setelah dihitung, jumlahnya mencapai Rp.1.5 juta.

Sekitar tahun 1980, seorang pedagang gorengan di jakarta, selama tiga hari melihat seorang bocah laki-laki lusuh berlalu-lalang dengan wajah sedih di depan gerobak dagangannya. Dia tahu, anak itu menginginkan sepotong-dua potong gorengannya secara gratis. Karena tidak berani minta, ia hanya memandang gerobak gorengan itu dari kejauhan.

Pada hari keempat, pedagang gorengan itu menyisakan sepotong buntut singkong goreng yang biasanya tidak dijual. Dipanggilnya bocah itu sambil mengacung-acungkan sepotong singkong kecil itu. Tak menunggu lama, si bocah lansung berlari menyambar singkong itu seraya berucap, “Terima kasih, bang.” Matanya berbinar, tapi senyumnya terkembang.

Dua puluh empat tahun kemudian, tukang gorengan itu masih berjualan di tempat yang sama. Suatu hari sebuah mobil mewah berhenti di depan gerobaknya yang diparkir di tengah perkampungan kumuh. Penumpangnya, seorang pria muda berpenampilan wah, menghampiri pedagang gorengan itu. Ketika berhadapan, si pedagang gorengan seperti tak peduli. Tapi ia bingung ketika si pemuda perlente itu mendadak berucap, “Bang, ada buntut singkong?”

“Kagak ada, Mas! Buntut singkong mah dibuang. Kenapa kagak beli yang lain aja? Noh, ada pisang sama singkong goreng”, ujar si pedagang gorengan itu.

“Saya kangen ama buntut singkongnya, Bang. Dulu, Abang kan pernah ngasih saya buntut singkong goreng,” jawab pemuda itu, tersenyum

“Dulu, ketika saya masih kecil, dan ayah saya baru saja wafat, tidak ada yang membiayai hidup saya. Temen-temen mengejek karena saya tidak bisa jajan. Selama empat hari saya berlalu-lalang di depan gerobak Abang ini, sampai Abang memanggil saya memberi sepotong buntut singkong goreng yang langsung saya sambar,” tuturnya.

Si pedagang gorengan terperangah. Dia tidak mengira sepotong buntut singkong, yang biasanya dibuang, bisa membuat pemuda itu mendatanginya dengan keadaan yang benar-benar berbeda. Si pedagang akhirnya ingat pada wajah yang pernah dikenalnya 24 tahun silam. “Yang saya beri dulu kan cuma buntut singkong. Kenapa kamu masih ingat sama saya?” tanya pedagang itu penasaran.

“Abang tidak sekadar memberi saya buntut singkong, tapi juga kebahagiaan,” papar si pemuda itu, lalu bercerita bahwa sesaat setelah menyambar singkong itu dia langsung memamerkannya kepada teman-temannya, ingin membuktikan bahwa dia masih bisa jajan. Sesuatu yang dianggap remeh, tapi baginya itu membuatnya sangat bahagia sehingga ia berjanji suatu saat akan membalas budi baik pedagang gorengan itu.

“Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Abang. Tapi, saya ingin memberangkatkan Abang berhaji. Semoga Abang bahagia”, ujar si pemuda. Pedagang gorengan itu hampir-hampir tidak percaya. Dua puluh empat tahun silam ia telah membahagiakan seorang anak yatim. Maka Allah pun membalas amal shalihnya itu, sebab ayahanda semua anak yatim adalah Rasulullah SAW.

Ada lagi kisah seorang pasien yang menurut dokter sudah tak punya harapan hidup lagi. Menyadari nasib buruknya itu, si pasien berusaha membuat sisa umurnya yang tinggal sedikit untuk beramal shalih.

Ia mengumpulkan delapan bayi yatim yang masih merah, merawatnya dan mendidiknya dengan penuh kasih sayang. Ketika saat-saat terakhirnya (menurut perkiraan dokter) sudah tiba, anehnya ia justru lebih sehat. Bahkan sampai kini ia masih hidup. Malah, antara lain, ia menjadi ketua grup senam beranggotakan 2.000 orang. Bayi-bayi yang dirawatnya pun sudah dewasa, bahkan sudah ada yang menikah. Allahu akbar!

Sedekah untuk Mempermudah Perjodohan

Percaya atau tidak, sedekah ternyata juga dapat mempermudah seseorang mendapatkan jodoh. Ini kisah tentang seorang wanita berusia 30-an tahun yang sulit mendapat jodoh, tapi tiba-tiba dilamar empat pria. Sebagai muslimah yang baik, ia berserah diri kepada Allah SWT, dan satu-satunya tempat curhat adalah kakeknya. Sang kakek pun menyarankan agar ia rajin bersedekah.

Ia lalu datang ke sebuah masjid yang sedang dalam tahap pembangunan, minta perincian harga empat macam bahan material yang sedang dibutuhkan oleh panitia pembangunan.

Maka ia pun menyerahkan uang sejumlah harga untuk membeli bahan material yang dibutuhkan. Beberapa waktu setelah itu, datanglah seorang duda berniat mempersuntingnya, tapi ayahnya tidak setuju.

Di hari yang lain bertandanglah seorang pemasok berbagai jenis barang, juga berniat untuk melamarnya, tapi kali ini ibunya tidak setuju.

Tak lama kemudian, datanglah seorang pria ingin mempersuntingnya, tetapi keburu pria itu dijodohkan dengan sepupunya, hingga urunglah niatnya untuk melamar si wanita idaman.

Di lain waktu, ia diperkenalkan dengan seorang pemuda dalam sebuah acara di masjid. Hari demi hari berlalu, hubungan mereka semakin dekat, dan si pemuda pun bermaksud melamarnya. Agar hati lebih mantap, wanita itu menunaikan shalat Istikharah, mohon petunjuk kepada Allah SWT. Kemudian ia bermimpi melihat matahari terbit, dan ternyata pemuda itulah jodohnya.

Lihatlah isyarat yang semula tak tampak tapi belakangan kelihatan jelas, empat macam sumbangan untuk pembangunan masjid agaknya isyarat empat pria yang datang melamar. Namun, sang wanita tetap menyerahkan pilihannya kepada Allah, Sang Pemberi Jodoh. Dan mimpi tentang matahari terbit itu ternyata jadi kenyataan: calon suami wanita itu bernama Syamsul Falah, si matahari kemenangan.

Jangan heran jika sedekah juga mampu mengembalikan suami yang hilang. Suatu hari, seorang ibu menerima kabar bahwa suaminya mengalami kecelakaan, dan ia harus membayar biaya perawatan sampai puluhan juta rupiah. Padahal ia tak punya harta yang nilainya sebanyak itu.Tapi, ketika ia menjenguk ke rumah sakit, ternyata suaminya raib. Setahun sudah suaminya hilang.

Suatu hari ibu tersebut mengadukan halnya kepada seorang ustadz, yang menyarankannya untuk bersedekah. Tapi, si ibu bilang tak punya harta apa-apa, dan untuk makan saja sulit.Tiba-tiba, ustadz itu melihat sebentuk cincin yang melingkar di jari manisnya. “Cincin itu juga bisa disedekahkan” , ujar ustadz itu.

“Tidak mungkin. Ini satu-satunya benda peninggalan suami saya,” katanya.

“Lho, justru itu. Nilai sedekah akan sangat tinggi bila yang disedekahkan adalah benda yang sangat dicintai,” kata ustadz itu lagi. Akhirnya, ia menjual cincin tersebut dan menyedekahkannya ke sebuah yayasan yatim piatu. Setelah itu, dengan langkah ringan ia pun pulang. Dari kejauhan rumahnya tampak sepi. Biasanya setiap sore anak-anaknya bermain di halaman.

Ketika ia mengetuk pintu dan mengucapkan salam seperti kebiasaannya, mendadak ia terperanjat. Begitu pintu terbuka, yang tampak adalah wajah suaminya. Orang yang selama setahun hilang, tiba-tiba kembali pulang, entah dari mana, Sub-hanallah!

Sedekah juga bisa menolak mara bahaya. Suatu pagi, seorang ustads di Tangerang bersedekah kepada rekannya sesama ustadz. Menjelang sore, ustadz itu pergi ke Gunung Putri, Bogor, hendak mengajar. Di jalan tol, tiba-tiba mobilnya bertabrakan dengan mobil lain, tapi alhamdulillah ia selamat. Sang ustadz tidak heran, karena itu pasti kehendak Allah. Ia berkata dalam hati, “Mungkin karena tadi pagi saya sudah bersedekah.”

Seorang ibu selamat dari bencana tsunami di Aceh beberapa waktu lalu. Sebelum bencana, dia dan seluruh warga bergotong royong membangun masjid yang belum beratap, berpintu, dan berjendela. Ketika bencana tiba, seluruh warga selamat karena berlindung di dalam masjid yang mereka bangun.

Banyak hikmah berharga yang bisa dipetik dari kisah-kisah di muka. Kata Ustadz Yusuf Mansur, “Kalau mau rezeki dicukupkan oleh Allah, kita harus mau berbagi. Dengan jalan bersedekah. Siapa yang membutuhkan pertolongan dan kemudahan dari Allah, berbagi menjadi sebuah keharusan. Sebab, Allah akan membantu hamba-Nya jika ia mau membantu orang lain.”

Apalagi Allah juga berjanji akan mengabulkan permintaan yang keluar dari mulut orang yang tangannya rajin memberi. Sang Maha Pemurah selalu punya cara untuk melimpahkan rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki- Nya. Berkah sedekah hanya bisa dirasakan oleh orang yang bersedekah. Tapi, ia juga harus ikhlas. Akibat yang baik selalu berawal dari perbuatan baik.

Jika kita mengabaikannya, boleh jadi harta karunia Allah itu akan ditarik kembali. Kalau tidak ditarik kembali, bisa jadi pemiliknya akan kehilangan rasa menikmati. Memiliki harta berlimpah, tapi tergolek tak berdaya di tempat tidur, terkena stroke, hingga kaki dan tangan lumpuh, apa gunanya. Atau terkena penyakit gula, asam urat, kolesterol.

“Karena itu, janganlah kikir dalam bersedekah. Kekayaan yang ditimbun hanya akan menjadi beban di hari kiamat. Allah sudah memperingatkan, kekayaan yang ditimbun dengan sikap kikir akan dikalungkan di leher pemiliknya”,

“Barang siapa berniat sedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari gerakan sedekahnya.” (Hadist Qudsi)

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Suatu hari datanglah dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita tentang sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bus antarkota, beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan, bus yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua akhwat itulah yang selamat dengan tidak terluka sedikit pun.

Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat? Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya waktu itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafadzkan zikir. Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, inilah sebagian dari keutamaan bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya pada saat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. ALLAH adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang hampir setiap desah napas selalu membangkang perintah-Nya, Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira. Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, pasti akan kembali kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada di genggaman kita.

Demi Allah, semuanya datang dari Allah yang Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh keikhlasan. Kemudian kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak. Dari pengalaman kongkret kedua akhwat di atas, dengan penuh keyakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya. Boleh jadi, inilah yang menyebabkan Rasulullah SAW memerintahkan para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan sedekah. Saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, bahwa perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji.

Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS. Al-Baqarah: 261). Seruan Rasul itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, “Ya Rasulullah, harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah”. “Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan,” jawab Rasulullah SAW. Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. “Ya Rasul, saya akan melengkapi (menyumbang) peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya,” ujarnya.

Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam. Kenapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan untuk bersedekah? Tiada lain karena mereka yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Sedekah adalah penyubur pahala, penolak bala, dan pelipat ganda rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?”.

Allah menjawab, “Ada, yaitu besi”.
Para malaikat pun kembali bertanya, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebihkuat dari pada besi?”.
Allah menjawab, “Ada, yaitu api”.
Bertanya kembali para malaikat, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat
dari pada api?”.
Allah menjawab, “Ada, yaitu air”.
“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?,” tanya para malaikat.
Allah pun menjawab, “Ada, yaitu angin”.
Akhirnya para malaikat bertanya lagi, “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”.
Allah yang Mahagagah menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”.”

Wallahu a”lam bish-shawab.

Makna Syukur dalam Al-Quran

Banyak manusia stress dalam kegelisahan karena tidak mampu menikmati apa yang diberikan Allah kepadanya. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pemahaman kita terhadap makna syukur atas nikmat Allah. Karena mestinya dia yakin bahwa apa yang diberikan Allah kepadanya adalah yang terbaik untuk dirinya, sehingga dia bersyukur.

Rasul saw pernah bersabda bahwa orang yang paling bersyukur ialah manusia yang paling qanaah (menerima pemberian Allah) dalam kehidupannya, sedang manusia yang paling kufur adalah manusia yang rakus dan tamak. Karena orang yang rakus itu tak pernah menikmati yang sudah ia terima, tapi ia masih terus berangan-angan terhadap apa yang belum ia miliki.

Imam ali ra mengatakan orang yang qanaah adalah orang yang kaya. Sedangkan yang rakus/tama’ adalah sebenarnya orang fakir.

A.      KATA SYUKUR DALAM AL-QURAN

Kata “Syukur” dan yang seakar dengannya disebutkan sebanyak 75 kali dalam al-Quran. Menariknya, kata al-Quran juga menyebutkan sejumlah yang sama (75 kali) untuk kata “Bala’” (Musibah). Sebagian mufassir mengatakan bahwa sepertinya hal ini mengindikasikan bahwa Allah SWT ingin mengatakan bahwa adanya musibah itu karena kurangnya bersyukur kepada Allah SWT.

B.      PERINTAH BERSYUKUR DAN LARANGAN KUFUR

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Pada ayat diatas Allah mengumumkan kepada kita bahwa jika kita bersyukur atas nikmat2 yang kita terima, maka Allah akan menambah nikmat diatas kenikmatan yang telah diberikan-Nya pada kita. Tambahan nikmat yang dimaksud disini bisa berbentuk zahir (seperti harta yang bertambah), ataupun batin (misal: ketentraman hati, kebahagiaan keluarga, kekhusyuan shalat, ataupun nikmat-nikmat yang nanti akan kita terima di akherat nanti).

Kemudian ketika hamba-Nya kufur nikmat, bahasa yang digunakan Allah dalam ayat diatas tidak dengan “akan aku adzab” (semodel dng ketika bersyukur: akan aku tambah nikmat), tapi cukup dengan warning bahwa “adzab-Ku sangat pedih”. Jadi kalau nantinya seseorang mendapatkan adzab, itu adalah hasil dari apa yang dia lakukan sendiri, bukan karena Allah. Sebagaimana dengan nikmat, makna “adzab” pun bermacam-macam. Bisa saja bentuknya adalah dicabutnya nikmat dengan berbagai cara. Bentuk-bentuk siksaan lain misalnya adalah dicabutnya rasa takut kita untuk berbuat dosa, kita tidak lagi merasa rindu dengan surga ketika diceritakan, dll.

C.      MUSIBAH TIDAK MENIMPA ORANG-ORANG YANG BERSYUKUR

Musibah (bala’) sebenarnya tidak akan pernah muncul ketika seseorang selalu merasa bersyukur. Karena apapun yang diterimanya dia akan merasa bahwa itu adalah yg terbaik baginya, sehingga ia bersyukur atasnya.

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS.An-Nisa: 147)

Allah tidak akan menyiksa (menimpakan musibah) jika kita bersyukur dan beriman. Oleh karena itu selalu ingatlah kepada Allah dan bersyukurlah, jangan kufur nikmat. Demikian seperti firman-Nya berikut:

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. Al-Baqarah: 152)

Ketika kita mengingat-ingat nikmat Allah sebenarnya nikmat tersebut tak terhingga jumlahnya.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18)

Kalau menghitung saja kita tidak akan mampu, bagaimana mungkin kita akan mampu untuk mensyukuri dengan sempurna?

D.      SYUKUR ADALAH IBADAH YANG TAKKAN PERNAH SAMPAI KE PUNCAKNYA

Syukur adalah ibadah yang tidak akan pernah sampai pada puncaknya. Antara lain karena setiap ungkapan syukur adalah sesuatu yang harus disyukuri pula, karena taufik dan kemampuan yang diberikan-Nya lah kita dapat melakukannya.

Allah berfirman kepada Musa as: “Hai Musa, bersyukurlah kepada-Ku dengan syukur yang sebenarnya. Kemudian Musa as berkata: bagaimana aku bersyukur sebenar-benarnya, sedangkan tiada ungkapan syukur yang kuungkapkan kepadaMu melainkan itu juga merupakan nikmatMu. Allah SWT menjawab: Ya Musa, sekarang kamu baru bersyukur sebenar-benarnya karena kamu menyakini bahwa segala sesuatu adalah pemberian-Ku.”

Syukur adalah menampakkan dan menggunakan nikmat Allah baik dalam keyakinan di hati, ungkapan, amalan praktek.

E.       BERSYUKUR ADALAH SYARAT TAUHID

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (QS al-Baqarah [2:172])

Ayat tersebut mengatakan bahwa kita belum disebut sebagai benar-benar mengesakan Allah, menyembah Allah yang Maha Esa kalau kita belum bersyukur kepada-Nya.

F.       SYUKUR ATAU KUFUR SEJATINYA UNTUK DIRI KITA SENDIRI

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.(QS Luqman:12)

Konsep Al-Quran mengatakan bahwa setiap perbuatan itu akan kembali kepada diri pelakunya sendiri. Allah tidak membutuhkan perbuatan baik kita, tapi kitalah yang membutuhkannya. Seperti dalam ayat lain “In ahsantum ahsantum li anfusikum, wa in asa’tum fa laha” (jika kalian berbuat baik sejatinya itu perbuatan baik untuk diri kalian sendiri, demikian juga dengan perbuatan buruk juga akan kembali kepada pelakunya sendiri).

Demikian juga dengan bersyukur. Allah tidak membutuhkan syukur kita, tapi kitalah yang membutuhkan syukur itu untuk diri kita sendiri. Jika seluruh makhluq kufur pun, tidak akan mengurangi kekuasan dan kekayaan Allah SWT.

G.     NILAI SYUKUR

Terdapat beberapa nilai dari bersyukur menurut Al-Quran sebagai berikut:

Ketika kita bersyukur, sebenarnya kita sedang memberikan nikmat bagi diri kita sendiri
Ketika kita bersyukur, sebenarnya kita sedang bersiap menerima tambahan nikmat Allah
Ketika kita bersyukur, sebenarnya kita sedang membentengi diri kita dari siksa Allah (rujuk kembali An-Nisa:147 dan Ibrahim: 7)
Ketika kita bersyukur, maka kita akan selalu merasa tentram karena merasa semua yang terjadi adalah yang terbaik bagi dirinya menurut Allah SWT.
Mari kita ingat bagaimana penyikapan Nabi Ayyub as terhadap musibah yang beliau terima belasan tahun sebagaimana diabadikan dalam ayat al-Quran berikut:

“dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang“.(QS Al-Anbiya’: 83)

 

H.     MUSUH MANUSIA UNTUK BERSYUKUR

Manusia memiliki musuh yaitu syaitan yang tidak rela jika kita mendapatkan nikmat-nikmat anugerah, dll. Musuh kita itu pernah bersumpah pada Allah untuk menggoda bani adam agar tidak bersyukur.

“16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,  17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf: 16-17)

Setan mengganggu kita dari depan (kita dilupakan dengan hari depan/akherat, sehingga kita tidak bersyukur).
Setan mengganggu kita dari belakang (kita dibuat khawatir akan anak-anak yang harus ditinggali harta yang banyak sehingga akhirnya membuat kita rakus untuk terus mengumpulkan harta dengan berbagai cara. Ingat: Alhakumut Takatsur…hatta zurtumu al-Maqabir…dst)
Setan mengganggu kita dari kanan (kita dijadikan memandang kebaikan amal-amal mulia sebagai sesuatu yang rendah dan tidak menarik.)
Setan mengganggu kita dari kiri (kita dijadikan memandang perbuatan jelek sebagai sesuatu yang indah. Salah satu kerjaan setan adalah menghiasi amal-amal buruk sehingga tampak menarik dan indah.)
Tapi masih ada celah bagi kita karena ada yang tidak mampu setan mengganggunya, yaitu:

Setan tidak dapat mengganggu dari atas (yaitu ketika kita selalu berhubungan dengan Allah, bermunajat kepada Allah, dan melakukan sesuatu ikhlas hanya karena Allah)
Setan tidak dapat mengganggu dari bawah (yaitu ketika kita senantiasa bersujud kepada Allah, dan ketika kita bertawadhu kepada sesama hamba Allah.)
Ketika kita tidak bersyukur itu berarti kita mensukseskan misi setan kepada manusia.

I.        KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK BERSYUKUR

Allah SWT mengatakan bahwa hanya sedikit dari manusia yang bersyukur:

Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (QS. Al-A’raf: 10)

“Sesungguhnya Alloh benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas umat manusia, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya.” (QS. Yunus: 60)

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (QS. As-Sajdah: 9.)

“Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut yang kamu berdoa kepadaNya dengan berendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): ”Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari bencana ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”   Katakanlah: ”Alloh menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya.” (QS Al-An’aam: 63-64)

J.        MENJAGA NIKMAT DENGAN BERSYUKUR

Pada umumnya orang baru sadar akan nikmat allah ketika kehilangan. Imam Ali ra pernah berkata bahwa kalau kamu dapat nikmat allah, maka jagalah nikmat tersebut. Caranya adalah dengan mensyukurinya.

Orang yang tidak bersyukur sebenarnya sedang siap-siap untuk dicabut nikmatnya oleh Allah.

K.      SYUKUR TIDAK HANYA BERLAKU DI ALAM DUNIA SAJA

Ternyata bersyukur bukanlah amalan yang hanya dikerjakan di dunia saja. Ketika para ahli surga akan memasuki pintu surga, pun akan masih perlu mengucapkan syukur seperti diterangkan dalam ayat berikut:

“Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran.” Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 43)

L.       KIAT BERSYUKUR

Salah satu kiat bersyukur yang dimuat dalam al-Quran adalah dengan tidak melihat / iri terhadap orang lain yang memiliki kekayaan atau kelebihan materi.

Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir. (QS.At-Taubah: 55.)

Dan diulang lagi pada surat yang sama dengan kalimat yang sangat mirip:

“Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.” (QS. At-taubah: 85)

M.    BERSYUKUR KEPADA HAMBA ALLAH

Selain bersyukur kepada-Nya sebagai pencipta dan pemberi nikmat itu, Allah juga perintahkan untuk mensyukuri cara yang digunakan sehingga berhasil meraih nikmat tersebut. Biasanya nikmat ini dihasilkan lewat perantara orang lain dan dengan bersyukur kepada orang lain. Salah satu contoh yang gamblang diungkap oleh al-Quran mengenai hal ini adalah berkaitan dengan kewajiban bersyukur kepada orang-tua.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Kita ada melalui perantara orang tua kita, kita bisa seperti ini karena jasa besar orang tua kita yang membesarkan, memelihara dan mendidik kita sejak lahir. Oleh karena itu kita wajib pula bersyukur kepada orang tua.

Hal yang sama juga berlaku kepada hamba Allah yang lain yang menjadi perantara sampainya nikmat Allah kepada kita. Misalnya kepada yang memberi kita, menyembuhkan kita, dsb.

N.     KARUNIA ADALAH UJIAN KESYUKURAN

Setiap karunia atau anugerah yang kita dapatkan sebenarnya merupakan ujian untuk menentukan apakah kita termasuk orang yang bersyukur atau kufur. Sebagaimana pernyataan Nabi Sulaiman as yang diabadikan dalam al-Quran sebagai berikut:

“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk karurnia Tuhanku untuk menguji aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia” (QS. An-Naml: 40)

Semoga kita semua lulus dalam menghadapi ujian-ujian terhadap karunia-karunia yang kita terima yang tidak terhitung jumlahnya itu.

O.     DOA UNTUK DAPAT SENANTIASA BERSYUKUR

“maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh“. (QS. An-Naml: 19)

Atau dalam teks Arab-nya yang mungkin kita sering dengar dan amalkan:

“RABBI AUZI’NI AN ASYKURA NI’MATAKA ALLATI  AN’AMTA ’ALAYYA WA ‘ALA WALIDAYYA WA AN A’MALA SHALIHAN TARDHAHU, WA ADKHILNI BIRAHMATIKA FI ’IBADIKA AS-SHALIHIN”

Semoga kita semua dapat tergolong pada hamba-Nya yang senantiasa bersyukur. Amien, Ya arham ar-Rahimin. []
(sumber : umaralhabsyi.wordpress.com/2013/09/03/makna-syukur-dalam-al-quran/)

Puisi Untuk Abah Dan Umi part 1

Hari ini adalah hari yang sangat bahagia untuk semua orang yang ada di sini, kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apabila kita di kelilingi oleh orang orang yang ta cintai, bicara tentang CINTA ! ada beberapa orang yang tentunya tidak di ragukan lagi ketulusan cintanya, dan tidak akan pernah lepaskan cinta mereka yaitu keluarga terutama kedua orang tua, keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini tidak terlepas dari cinta dan kasih sayang, dukungan dan bimbingan orang tua.

aku berdiri mengenakan peci dan sarung ini di sebuah jalan setapak yang gelap, pandangan ku tertuju pada dua sosok yang tak asing lagi bagiku, dua orang itu begitu aku hargai, aku hormati, aku cintai dan aku sayangi, mereka adalah abah dan umi, dengan di sertai sebuah senyuman akan berjalan menghampiri mereka, seiring terlintas dalam benakku tentang apa yang telah mereka lakukan kepadaku. umi yang dulu mengandungku 9 bulan,umi yang sudah memperjuangkan hidupku dan matinya ahingga kau bisa hadir kedunia,umi juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, abah yang telah mendidikku, abah yang  telah rela banting tulang ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku bisa menikmati hidup.

detik demi detik hari demi hari bahkan tahun demi tahun apakah yang dapat kulakukan untuk mereka? sering aku tutup kuping  tidak mau mendengarkan nasehat mereka, sering sekali aku berbohong kepada mereka untuk kebutuhan kekuasaanku, sering aku melawan mereka, marah, nakal dan sering juga aku banting pintu jika meeka tidak mengabulkan permintaanku, dan sering kali aku mengatakan kata kata kasar yang tidak pantas mereka dengar. dasar cerewet !,tapi apa mereka menyimpan dendam kepadaku? tidak, tidak sama sekali mereka malah tulus memahami memaafkan kekhilafanku, mereka tetap menyanyangiku dalam setiap hembusan nafas.bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doanya yang mereka panjatkan, hingga mampu membuat diriku jadi seperti ini. ya tuhan,,betapa durhakanya aku ini tak sadarkah aku faham mereka orang yang sangat berarti dalam hidupku.

langkah langkahku terhenti di hadapan merekalalu, ku pandang abah dan umiku inci demi inci badan yang dulu tegak, kekar, kini mulai membungkuk, rambut yang dulu hitam kini mulai memutih dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai berkeriput, ku tatap mata mereka yang bersinar  sinar mulai meneteskan air mata haru karena perasaan bahagia dan bangga melihat aku memegang kitab dan medali ini, kucium tangan mereka dan berkata ” abah, umi, yang aku berikan hari ini tidak akan cukup membayar semua yang telah kalian berikan kepadaku,,, ”

(pengirim : faisal mutaqin kelas 3 muallimin)

Sekilas tentang Alfiyah Ibnu Malik

Terlihat setiap kali menjelang fajar adzan subuh di sudut serambi masjid Al Muhajirin Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, seorang santri duduk menghadap kiblat,beralaskan sajadah bergambar masjid dengan kopiah putih menempel di kepalanya. Entah apa yang sedang di lakukannya,dan entah dari mulai jam berapa dia sudah duduk di serambi masjid itu,yg jelas ia hampir setiap malam,ketahuan Pengurus Pondok seperti itu.Ia memegang kitab kecil seukuran buku saku yang kertasnya berwarna kuning. Kepalanya menghadap keatas dengan mata terpejam, sesekali ia turunkan pandangannya kearah kitab kecil di tangan kanannya.
Dahinya mengerut, menandakan keseriuasan mendalam. Seolah ada suatu memori yang coba ia putar didalam batok kepalanya. Mulutnya pun tak berhenti bergerak berkomat kamit. Apa yang sebenarnya yang ia lakukan? Ia sedang menghafalkan bait demi bait dari kitab: “ALFIYAH” yang berjumlah 1002 bait.

Dalam literatur pesantren di Indonesia, sudah tak asing lagi bahkan hampir seluruh pesantren menyertakan alfiyah sebagai salah satu pelajaran wajib dan menjadi tolak ukur sejauh mana kepandaian seorang santri dalam ilmu gramatikal arab.

Karya monumental ini dikarang oleh maha guru Syeh Muhammad bin Abdullah nin Malik Al-Andalusy atau lebih dikenal dengan sebutan Imam Ibnu Malik. Alfiyah memang menarik. Bahkan telah masyhur dikalangan pesantren bahwa seorang santri belum dikatakan “santri” jika belum menguasai atau setidaknya mempelajari Alfiyah.

Sudah pasti kitab ini amat menarik,Karena dalam kitab Alfiyah ini Mushonif sendiri ( Pengarang )sudah menyebutkan “Adapun Kitab Alfiyah ini adalah Kitab yang Ringkas berbentuk Nadzam, namun mencakup semua pembahasan masalah Ilmu Nahwu dengan detil. Sebagaimana beliau katakan pada Bait Muqaddimah pada Kitab Alfiyah ini:

“Juga aku memohon kepada Allah untuk kitab Alfiyah, yang dengannya dapat mencakup seluruh materi Ilmu Nahwu”.

Metode Kitab Alfiyah ini sebenarnya cukup memberikan kemudahan bagi pelajar untuk menguasainya. Tidak hanya untuk para senior. Karena Alfiyah ini cukup mengandung pengertian yang sangat luas, tapi dengan lafad yang ringkas. Sebagaimana beliau memberi penilaian terhadap Kitab Alfiyah ini, dalam Muqaddimahnya yang berbunyi:

“Mendekatkan pengertian yang jauh dengan lafadz yang ringkas serta dapat menjabar perihal detail dengan janji yang cepat”

Kitab Alfiyah ini, disebut juga Kitab Khalashah yang berarti Ringkasan. Diringkas dari Kitab karangan beliau yang benama Al-Kafiyah As-Syafiyah, merupakan Kitab yang membahas panjang lebar tentang Ilmu Nahwu. Sebagaimana beliau berkata pada Bait terahir dari Kitab ini, yaitu pada Bait ke 1000:

“Telah terbilang cukup kitab Khalashah ini sebagai ringkasan dari Al-Kafiyah, sebagai kitab yang kaya tanpa kekurangan”.

Beliau juga memberi motivasi, bahwa Kitab ini dapat memenuhi apa yang dicari oleh para pelajar untuk memahami Ilmu Nahwu. Beliau berkata pada Bait ke 999

“Aku rasa sudah cukup dalam merangkai kitab Nadzom ini, sebagai Kitab yang luas pengertiannya dan mencakup semuanya”.

Sebelum masuk bahasan judul, baik nya ada sekilas ulasan tentang Kitab Alfiyyah dan Pengarang nya :

Kitab Nahwu Sharaf Alfiyah Ibnu Malik, adalah sebuah Kitab Mandzumah atau Kitab Bait Nadzam yang berjumlah seribu Bait, berirama Bahar Rojaz, membahas tentang kaidah-kaidah Ilmu Nahwu dan Ilmu Sharaf . Kitab Alfiyyah Ibnu Malik adalah kitan populer dan melegenda dalam ilmu Gramatika / tata bahasa arab. Kitab ini di kenal dibelahan dunia, baik daratan timur maupun barat. Di barat, “The Thousand Verses” nama lain dari kitab Alfiyyah Ibnu Malik.
Alfiyyah ibnu Malik dijadikan panduan utama di bidang kajian linguistik Arab.

Di Indonesia, Alfiyyah Ibnu Malik juga di kaji diberbagai daerah. Pesantren-pesantren yang tersebar diwilayah Nusantara hampir tidak ada yang menyingkirkan peranan kitab ini.
Besarnya peranan Alfiyyah Ibnu Malik tampaknya menjadi titik puncak bagi harapan si pengarang. Ibnu Malik pernah mengungkapkan melalui satu bait dalam nadzomnya; “Waqad yanubu ‘anhu ma ‘alaihi dal kajidda kullal jiddi wafrokhil jadal”. Nadzom ini seolah-olah mengisyaratkan keinginan Ibnu Malik bahwa Alfiyyah yang benar-benar telah menggantikan perannya munjukkan seperti sebuah langkah penuh keseriusan dan kebahagiaan yang tiada tara.

Harapan akan manfaat kitab Alfiyyah Ibnu Malik bagi dinamika ilmu keislaman juga pernah diungkapkannya melalui salah satu bait dalam nadzomnya; “Wallahu Yaqdhi bihibatin waafiroh li walahu fi darojatil akhiroh”. Semoga dengan ampunan yang sempurna, Allah memberikan aku Dan dia (IbnuMu’thi guru imam sibawaih) sebuah draja tyang tinggi diakhirat.
Kelebihan mengkaji Ilmu Nahwu-Shorof khususnya alfiyah dibandingkan dengan ilmu fiqh dan lainnya adalah ketetapan qoidahnya. qoidah Nahwu-Shorof merupakan ilmu yang paten/pasti yaitu qoidahnya tidak akan pernah berubah ila akhirizzaman.sedangkan didalam ilmu fiqh akan selalu terus berkembang mengikuti zaman, seiring muncul dan berkembangnya suatu masalah. Begitu banyak orang yang cenderung mengkaji alfiyyah, sampai-sampai Ibnu Malik sebagai pengarangnya dinobatkan sebagai Taj ‘ulama an-Nuhaat (Mahkota Ilmu Nahwu).

Pengarang Kitab Alfiyyah Ibnu Malik. :

Pengarang Kitab Alfiyah ini, adalah seorang pakar Bahasa Arab, Imam yang Alim yang sangat luas ilmunya. Beliau mempunyai nama lengkap Abdullah Jamaluddin Muhammad Ibnu Abdillah Ibnu Malik at-Tha’iy al-Jayyaniy. Beliau dilahirkan di kota Jayyan Andalus (Sekarang: Spanyol) pada Tahun 600 H. Kemudian berpindah ke Damaskus dan meninggal di sana pada Tahun 672 H. ( Wallohu ‘Alam)

Ibnu malik juga mendapatkan nama laqob (julukan) Jamaluddin dan nama kunyah Abu Abdulloh,Pada saat itu, penduduk negeri ini sangat cinta kepada ilmu, dan mereka berpacu dalam menempuh pendidikan, bahkan berpacu pula dalam karang-mengarang buku-buku ilmiah.

Pada masa kecil, Ibn Malik menuntut ilmu di daerahnya, terutama belajar pada Syaikh Al-Syalaibuni (w. 645 H). Setelah menginjak dewasa, ia berangkat ke Timur untuk menunaikan ibadah haji,dan diteruskan menempuh ilmu di Damaskus.

Di sana ia belajar ilmu dari beberapa ulama setempat, antara lain Al-Sakhawi (w. 643 H). Dari sana berangkat lagi ke Aleppo, dan belajar ilmu kepada Syaikh Ibn Ya’isy al-Halaby (w.643H). Di kawasan dua kota ini nama Ibn Malik mulai dikenal dan dikagumi oleh para ilmuan, karena cerdas dan pemikirannya jernih. Ia banyak menampilkan teori-teori nahwiyah yang menggambarkan teori-teori mazhab Andalusia, yang jarang diketahui oleh orang-orang Syiria waktu itu.
Di antara penulis-penulis syarah Alfiyah lainnya, yang bisa ditampilkan dalam tulisan ini, adalah Al-Muradi, Ibn Hisyam, Ibn Aqil, dan Al-Asymuni.

Al-Muradi (w. 749 H) menulis dua kitab syarah untuk kitab Tashil al-Fawaid dan Nazham Alfiyah, keduanya karya Ibn Malik. Meskipun syarah ini tidak popular di Indonseia, tetapi pendapat-pendapatnya banyak dikutip oleh ulama lain. Antara lain Al-Damaminy (w. 827 H) seorang sastrawan besar ketika menulis syarah Tashil al-Fawaid menjadikan karya Al-Muradi itu sebagai kitab rujukan. Begitu pula Al-Asymuni ketika menyusun Syarah Alfiyah dan Ibnu Hisyam ketika menyusun Al-Mughni banyak mengutip pemikiran al-Muradi.
Ibnu Hisyam (w.761 H) adalah ahli nahwu terkenal yang karya-karyanya banyak dikagumi oleh ulama berikutnya. Di antara karya itu Syarah Alfiyah yang bernama Audlah al-Masalik yang terkenal dengan sebutan Audlah .Dalam kitab ini ia banyak menyempurnakan definisi suatu istilah yang konsepnya telah disusun oleh Ibn Malik, seperti definisi tentang tamyiz. Ia juga banyak menertibkan kaidah-kaidah yang antara satu sama lain bertemu, seperti kaidah-kaidah dalam Bab Tashrif. Tentu saja, ia tidak hanya terpaku oleh Mazhab Andalusia, tetapi juga mengutip Mazhab Kufa, Bashrah dan semacamnya. Kitab ini cukup menarik, sehingga banyak ulama besar yang menulis hasyiyahnya. Antara lain Hasyiyah Al-Sayuthi, Hasyiyah Ibn Jama’ah, Ha-syiyah Putera Ibn Hisyam sendiri, Hasyiyah Al-Ainiy, Hasyiyah Al-Karkhi, Hasyiyah Al-Sa’di al-Maliki al-Makki, dan yang menarik lagi adalah catatan kaki ( ta’liq ) bagi Kitab al-Taudlih yang disusun oleh Khalid ibn Abdullah al-Azhari (w. 905 H).

Adapun Ibnu Aqil (w. 769 H) adalah ulama kelahiran Aleppo dan pernah menjabat sebagai penghulu besar di Mesir. Karya tulisnya banyak, tetapi yang terkenal adalah Syarah Alfiyah. Syarah ini sangat sederhana dan mudah dicerna oleh orang-orang pemula yang ingin mempelajari Alfiyah Ibn Malik . Ia mampu menguraikan bait-bait Alfiyah secara metodologis, sehingga terungkaplah apa yang dimaksudkan oleh Ibn Malik pada umumnya. Penulis berpendapat, bahwa kitab ini adalah Syarah Alfiyah yang paling banyak beredar di pondok-pondok pesantren, dan banyak dibaca oleh kaum santri di Indonesia. Terhadap syarah ini, ulama berikutnya tampil untuk menulis hasyiyahnya. Antara lain Hasyiyah Ibn al-Mayyit, Hasyiyah Athiyah al-Ajhuri, Hasyiyah al-Syuja’i, dan Hasyiyah Al-Khudlariy.
Syarah Alfiyah yang hebat lagi adalah Manhaj al-Salik karya Al-Asymuni (w. 929 H). Syarah ini sangat kaya akan informasi, dan sumber kutipannya sangat bervariasi. Syarah ini dapat dinilai sebagai kitab nahwu yang paling sempurna, karena memasukkan berbagai pendapat mazhab dengan argumentasinya masing-masing. Dalam syarah ini, pendapat para penulis Syarah Alfiyah sebelumnya banyak dikutip dan dianalisa. Antara lain mengulas pendapat Putra Ibnu Malik, Al-Muradi, Ibnu Aqil, Al-Sayuthi, dan Ibnu Hisyam, bahkan dikutip pula komentar Ibn Malik sendiri yang dituangkan dalam Syarah Al-Kafiyah , tetapi tidak dicantumkan dalam Alfiyah . Semua kutipan-kutipan itu diletakkan pada posisi yang tepat dan disajikan secara sistematis, sehingga para pembaca mudah menyelusuri suatu pendapat dari sumber aslinya.

KITAB-KITAB KARANGAN IMAM IBNU MALIK.

Beliau memiliki banyak karangan, diantaranya;

1.KITAB ALFIYYAH, yang juga dinamakan AL-KHULASHOH
2.KITAB AL-KAFIYAH dan syarahnya
3.KITAB KAMALUL UMDAH dan syarahnya
4.KITAB LAMIYATUL AF’AL
5.KITAB TASHIL dan syarahnya
6.KITAB Al-‘ALAM
7.KITAB Al-TAUDHIH
8.KITAB Al_QOSIDAH Ath-THOIYYAH
9.KITAB TASHILUL FAWAID
karya beliau yang sangat terkenal digunakan diseluruh dunia, dicintai para pelajar dan para ulama’ adalah kitab alfiyyah.
Karya emas beliau yang lain, yg cukup terkenal bernama Kitab Al-Kafiyah As-Syafiyah, terdiri dari tiga ribu Bait Nadzam yang juga bersyair Bahar Rojaz. Juga Kitab lainnya, karangan beliau yang terkenal bernama: Nadzam Lamiyah al-Af’al yang membahas Ilmu Sharaf, Tuhfatul Maudud yang membahas masalah Maqshur dan Mamdud. Semuanya membahas tentang Tata Bahasa Arab baik Nahwu atau Sharaf.

KISAH SINGKAT IMAM IBNU MALIK MENGARANG KITAB ALFIYYAH.
Imam ibnu malik sewaktu mengarang nadlom alfiyyah, setelah mendapatkan seribu bait, beliau ingin menulis kembali karyanya, namun ketika sampai pada bait;
“FAIQOTAN MINHA BI ALFI BAITIN”
(Alfiyyah ibnu malik mengungguli alfiyyah ibnu Mu’thi dengan menggunakan seribu bait) beliau tidak mampu meneruskan karangannya dalam beberapa hari, kemudian beliau bermimpi dalam tidurnya bertemu seseorang, dan orang itu bertanya;
“katanya kamu mengarang seribu bait yang menerangkan ilmu nahwu”.?
imam ibnu malik menjawab; “iya”
orang itu lalu bertanya; “ sampai dimana karanganmu?”
lalu dijawab; ”sampai pada bait…FAIQOTAN MINHA BIALFI BAITIN”.
Apa yang menyebabkan kamu tercegah menyempurnakan bait itu?”
lalu dijawab; “saya tidak mampu meneruskan sejak beberapa hari”
lalu ditanya;”apakah kamu ingin menyempurnakannya?”
dijawab “iya”
lalu orang itu berkata; “orang yang masih hidup mampu mengalahkan seribu orang yang mati”
Ibnu malik berkata;” apakah kau ini guruku?, imam ibnu mu’thi?”
lalu dijawab “iya”
kemudian imam ibnu malik merasa malu,dan paginya mengganti separuh bait tersebut dengan bait;
وَهْوَ بِسَبْقِ حَائِزٌ تفضِيْلَا # مُسْتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ اْلجَمِيْلَا

(ibnu mu’thi memperoleh kedudukan utama, karena beliaulah yang memprakarsainya,dan sepantasnyalah pujian baikku untuknya).Setelah itu imam ibnu malik mampu menyelesaikan kembali karangannya hingga sempurna.

Sumber : Santri Brabo