pedagang-pedagang yang aneh

1.pedagang TIDAK DI TAWAR adalah tukang roti,.. promosinya roti tawar tapi enggan di tawar
2.pedagang PALING NEKAD tukang gas …., udah tau jalanan menurun masih aja bilang gas’ gas’ bukan rem’ rem’ …
3.pedagang yang KURANG KERJAAN …,tukang nasi goreng ..,udah nasi matang .., masih aja di goreng…,
4.pedagang TAK KENAL KATA MENYESAL .., itu tukang bubur,nasi udah menjadi bubur masih di jual juga..?
5.pedagang PALING ANEHpedagang ikan,ikan mati,dibilang segar…!
6.pedagang PALING BODOH,tukang cetak foto.Ditanyain 3/4 berapa,dia jawab 500.

Kyai Produk Sendiri

KHA. Mustofa Bisri, dalam sebuah kolomnya yang berjudul “Kyai-Kyai” pernah menulis bahwa Kyai itu macam-macam. Ada kyai produk pers, kyai produk masyarakat, kyai produk politikus, kyai produk sendiri, dll. Tentang ‘kyai produk sendiri’ ini, Gus Mus punya cerita tersendiri.

Ketika diminta mengisi ceramah pengajian 14-an yang bertempat di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Rembang Gus Mus bercerita: Pernah terjadi, ada seseorang yang demam ingin jadi Kyai, sebut saja Sodrun. Entah dapat ide darimana, ia mengumpulkan teman-temannya untuk mendukung keinginannya itu. Mereka sekitar sepuluh orang dikumpulkan di rumahnya dan diberi pengarahan rahasia. Sebagai ganti jerih payah, mereka akan dapat uang saku. Kelompok yang baru dibentuk itu biasa disebut dengan ‘tim sukses’.

Pada suatu malam, Sodrun menghadiri sebuah pengajian yang tergolong besar. Pada acara semacam itulah saat tepat untuk beraksi bersama kawan-kawannya. Maka ia pun telah siap dengan dandanan ala kyai. Pakai peci haji, jubah putih, kemudian sorban besar yang diikatkan di kepala. Masih ditambah sorban hijau yang melingkar di lehernya.

Mobil rombongan Sodrun sampai di arena pengajian. Ketika turun dari mobil, langkahnya dibuat pasti dan meyakinkan, layaknya kyai besar nan berwibawa. Kiri kanan diikuti oleh beberapa temannya yang macak santri. Baru dua langkah ia berjalan, dari depan, menyerbu beberapa orang untuk bersalaman dan mencium tangannya, yang tak lain adalah teman-temannya juga.

Ulah bersalaman yang terburu-buru itu rupanya menarik perhatian pengunjung yang kebetulan melihatnya. Biasanya orang Indonesia melihat sebuah aksi, tanpa pikir panjang ikut-ikutan saja. Ada pencopet dipukuli misalnya, dengan serta merta mereka ikut-ikutan memukuli hingga babak belur bahkan hingga mati, mereka tidak menyadari, apa seharusnya seorang pencopet dihukum mati secara beramai-ramai seperti itu.

Seperti saat itu, mereka pun buru-buru ikut menghambur mendekati ‘kyai’ yang baru datang. Dengan antusias, mereka berebut untuk bersalaman, mencium tangannya, bahkan membolak-balikkan tangannya, tak perduli harus dengan berdesak-desakan pula. Dan tak peduli pula, siapakah sebenarnya ‘kyai’ itu.

Di tengah-tengah kerumunan pengunjung, tim sukses yang lain tak kalah seru beraksi untuk mendukung keberadaan ‘sang kyai’.

“Mas tahu nggak siapa Kyai yang baru datang itu?” tanya salah satu tim sukses pada salah seorang pengunjung yang memang tampak sedang gumun.

“Memangnya Kyai siapa ya? Kok agung banget!” yang ditanya balik bertanya.

“Dia itu K.H.M. Sodrun, seorang waliyullah terkenal!” katanya berapi-api. “Aku baru saja bersalaman dan mencium tangannya!”

Yang mendengar penjelasannya pada berdecak kagum. Seperti tidak ingin kehilangan kesempatan, orang itupun turut pula menghambur bersalaman dengan ‘Kyai Sodrun’. Beberapa orang yang disebar untuk menyebarkan ‘gosip’ yang sama berkeliaran dari segala penjuru. Jadilah Kyai Sodrun terkenal di kota itu.

Rupanya, kiat jitu yang dimainkannya tidak sia-sia, Kyai Sodrun benar-benar dianggap ‘Kyai’ oleh banyak orang. Hingga puncaknya, dia diangkat sebagai salah seorang penasehat penting di sebuah perkumpulan ulama di kota itu.

sumber: Humor Bijak

Ketika Gus Dur dikibuli

Gus Dur rutin tidur malam pukul 01.00 WIB. Ketika bertanya kepada keluarga atau pengawalnya, “Jam berapa sekarang?” dan jawabannya belum sampai waktu yang ditentukan itu, ia tidak akan tidur.

Nah untuk menjaga kesehatan Gus Dur agar tidak tidur terlalu malam, pihak keluarga pun berkomplot. “Kalau Gus Dur tanya jam berapa, bilang sudah jam satu.” Dan Gus Dur pun beranjak tidur.

Hal itu berlangsung beberapa kali. Gus Dur pun akhirnya sadar. “Wah selama ini saya dikibulin.”

Tanpa sepengetahuan keluarga, Gus Dur membeli jam tangan yang ketika dipencet bisa berbunyi.

Suatu malam, pukul 11 malam Gus Dur bertanya, “Sudah jam berapa sekarang?” Kompak semua bilang. “Jam satu Gus!”

Sambil tersenyum, Gus Dur langsung memencet jam tangan dan bisa didengar semua: “Sekarang jam 11 malam,” kata jam tangan itu dalam bahasa Inggris.

Larangan Merokok di Pesantren

Di salah satu pesantren di Gorontalo, santri-santri dilarang keras merokok. Dan sang Kiai pengasuh pondok pesantren itu tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) berat pada santri yang ketahuan melanggar aturan merokok di pesantren itu. Namun tentu saja ada santri nakal yang nekat melakukan pelanggaran.

Bahkan, sering beberapa santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari, pada saat gelap di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecilnya, atau di tempat jemuran pakaian atau di pekarangan sang Kiai. Bahkan ada juga yang tidak jijik merokok di dalam WC sambil pura-pura sedang BAB.

Satu hari, saat malam telah larut, salah seorang santri perokok ingin kembali melakukan aksi terlarangnya. Meski sudah agak mengantuk karena kelamaan menunggu waktu yang aman untuk merokok, ia pun bergegas ke kebun belimbing, di belakang salah satu gedung pesantren itu. Santri itu lalu mendekati seseorang temannya di kejauhan yang sedang menyalakan rokok. Suasana disekitar yang jauh dari lampu penerangan membuat tempat itu memang agak gelap dan aman untuk merokok.

“Kang, minta rokoknya… sekalian dengan api-nya…sup.” katanya sambil menyodorkan jari tengah dan telunjukknya.

Temannya langsung menyerahkan sebungkus rokok yang dipegangnya. Santri perokok itu tanpa memperhatikan temannya itu langsung buru-buru mengisap rokok.

“Alhamdulillah, asyik sup…” katanya. Diteruskan dengan isapan kedua, sambil memejamkan mata seakan menghayati isapan rokoknya.

Rokok semakin menyala, dan… dalam gelap dengan bantuan nyala rokok itu lama-lama kelamaan si santri mulai sadar dengan siapa dia sebenarnya saat itu sedang merokok bareng. Namun santri belum yakin betul dan diteruskan dengan isapan selanjutnya… Isapan yang dalam sehingga membuat rokok itu semakin menyala terang. Dan…

Ternyata… yang dia mintai rokok adalah Kiainya sendiri.

Bukan main, si santri itu sangat kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur, lari tunggang langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya.

Sang Kiai pun marah besar sambil berteriak :

“Hei rokok saya jangan dibawa, itu tinggal satu-satunya, Kang…”

 

Sumber : Abdul bagus alkatiri

Tahu

Di sebuah kelas, terdengar suara asyik tentang percakapan antara dua siswa kelas Lima Madin Aww. Khozinatul ‘Ilum Bloora. Sebut saja namanya Lutfi dan Amri. Mereka berdua terkenal pandai tentang semua pelajaran, hususnya nahwu dan shorof. Hingga suatu saat terekam dialog sebagai berikuit :
Amri : eh lut, ne q punya pertanyaan bagus ne, masih seputar pelajaran favorit kita sih, bisa jawab nggak?
Lutfi : mang apa pertanyaannya? Ada hadiahnya nggak?
Amri : ih, pean ni maunya hadiah melulu, ya udah deh, kalo bisa jawab tak ajak ke TOMBO ATI deh…..gimana? jawabnya harus benar lho?
Lutfi : wah, siiip, kalo gene baru mau jawab q….!!!
Amri : tapi ke TOMBO ATI-nya malem setelah kegiatan MMD aja yah? Heheheh
Lutfi : sama saja, bilang saja ndak punya uang, masak ngajak ke TOMBO ATI setalah kegiatan, ya jelas tutup to…..ya udah deh, mang apa pertanyannya?
Amri : gene, kenapa banyak orang suka makan TAHU?
Lutfi : yahhh, katanya pertanyaannya masih seputar nahwu shorof?
Amri ` : Ya iya, ini masih seputar pelajaran itu?
Lutfi : kog nyeleneh banget ya? Aneh kamu ini?
Amry : bisa jawab nggak? Bilang saja nyerah, ndak bisa jawab? Ya thooo?
Lutfi : La pertanyaannya aja ndak nyambung gitu, gimana bisa jawab? Mang apa jawabannya?
Amry : hahahah, gene, karena TAHU itu dibaca ROFA’, makannya orang pada suka makan TAHU, coba kalo TAHU dibaca JER, jadi TAHI, masak orang suka makan TAHI?
Lutfi : hahahahahah, iya ya, masuk akal juga tu….hahahah kocak banget kamu ini….heheheh

Sumber : Mutiara Pesantren , ladangsantri.com

Jin dan perokok berat

Suatu ketika ada tiga orang masing-masing pemabuk, penggila wanita dan satunya lagi perokok berat

menemukan kendi ajaib.Saat menggosok-gosok nya ternyata ada jin bebas keluar dari kendi tersebut. Karena telah berjasa terhadap jin itu, ketiga orang ditawari imbalan oleh jin sesuai dengan permintaanya.

Si pemabuk minta arak dengan segala jenis. Si penggila wanita pun demikian mendapat kiriman wanita-wanita cantik dibawa ke kamar si penggila wanita tadi.

Sang perokok berat pun meminta hal sama. Ia meminta rokok berbagai merk untuk dirasakan sepuasnya. Setelah diberikan hadiah tadi, Mereka menikmati pemberiannya di kamar masing-masing.

Esok harinya, jin tadi mengecek kepada masing-masing kamar ketiga orang tersebut.

Kamar pemabuk, orangnya lunglai terkapar mati kebanyakan minum arak, begitu pula si penggila wanita mati kehabisan tenaga bersama wanita-wanita tadi.

Namun, ketika membuka kamar sang perokok berat, jin kaget karena orang tadi masih segar bugar.

Si perokok berat dengan gagahnya keluar kamar sambil memukuli jin tadi.

” kamu itu gimana to jin, ngasih kesenangan rokok, tapi aku gak bisa menikmati pemberianmua,”kata orang tadi. “Kok bisa…”tanya Jin.

“Lha kamu tuh aneh, mosok ngasih rokok gak ada koreknya. Kapan menikmatinya.”gerutu perokok sambil memukul wajah sang Jin.

OOOOOOalaah. Ternyata sang perokok dituruti kemauannya tanpa diberi korek api. Tentu saja perokok berat tidak bisa menikmati pemberian jin,,

Sumber : www.Santrigubrak.co.id

Obat Aneh “Humor”

Cerita Lucu – Obat Aneh
Pasien : Dok, tolonglah sembuhkan penyakit saya. Saya sering berjalan di waktu tidur.
Dokter : Ini kotak yang bisa menyelesaikan persoalanmu. Setiap malam, ketika Anda sudah bersiap untuk tidur keluarkan isi kotak itu dan taburkan di lantai sekeliling tempat tidurmu.
Pasien : Kotak apa ini, Dok? apakah sejenis serbuk penenang?
Dokter : Bukan. Ini kotak paku payung.

Cerita Lucu – Senjata Makan Tuan
Seorang wartawan sedang meliput peristiwa kecelakaan. Karena banyak orang yg mengerumuni lokasi kecelakaan, wartawan tsb tdk dpt menerobos untuk melihat korban dari dekat. Setelah berpikir keras, wartawan tsb dpt ide.
“Minggir-minggir semua, saya ayah korban!” ia berseru. “Saya minta jalan.
” Benar saja…..kerumunan itu membiarkan dia lewat. Semua mata terarah kepada wartawan tsb. (wartawan GR, dalam hati: “Berhasil juga!!!) Ketika sampai di tengah kerumunan, ia terpana melihat… SEEKOR ANAK MONYET tergeletak tak berdaya!

Kakaktua
Di sebuah toko penjual burung, mempunyai 2 burung kakak tua. Kedua burung itu berbeda, yang satu suka bernyayi dan yang satunya lagi hanya diam saja, datang seseorang ingin membeli burung kakak tua. Ia berkata kepada si penjual burung:
Pembeli: Berapa harga burung kaka tua ini mas…??
Penjual: Kalau yang suka nyayi itu 500.000 rupiah, sedangkan yang diam itu 1.000.000 rupiah.
Pembeli: Lho kok yang suka nyayi harganya lebih murah dari yang hanya diam saja.
Penjual: yah…. jelas beda wong yang harganya 1.000.000 itu pencipta lagunya kok.

Cerita Lucu Pak Polisi, Psk Dan Nenek
polisi merazia beberapa psk serta menggiring mereka ke kantor polisi untuk diinterogasi satu per satu.

karena sangat banyaknya psk yang terjaring, antrian hingga keluar pagar kantor polisi.
tidak lama lantas, lewatlah seorang nenek yang akan beli minyak tanah.
dikarenakan lihat keramaian, si nenek ajukan pertanyaan pada psk yang berdiri pada antrian sangat belakang.

cu, lagi antri apaan ?

dikarenakan malu berterus terang, si psk menjawab sekenanya, lagi ngantri permen, nek.
begitu kagetnya si psk nyatanya nenek itu turut antri.

si psk ajukan pertanyaan, lagi ngapain, nek ?.

nenek juga akan permen, cu.
singkat cerita sampailah giliran si nenek untuk diinterogasi.

begitu kaget sang polisi lihat nenek yang telah renta itu terhitung didalam antrian psk.
dengan amat hati-hati si polisi ajukan pertanyaan, apa nenek tetap sanggup ?

Mahasiswa Gokil
Diruang kuliah, seorang dosen senior sedang memarahi mahasiswanya:
Dosen: “menjawab saja tidak becus, eh malah bercanda dan ngobrol seenaknya. Menjawab soal aja juga ga ada yg tahu, jadi percuma aja kuliah ini,Hayo Sekarang yang merasa dungu BERDIRI !!!! ” sang dosen membentak. Beberapa menit suasana hening. Tiba-tiba dari bangku belakang seorang mahasiswa berdiri. Dosen: “Jadi kamu yakin betul, kamulah si dungu itu ??? ” ” Bukan begitu pak, saya cuma tidak tega melihat Bapak berdiri sendiri.”