Cintaku Berlabuh Di Mesir

Narina masih saja sibuk dengan komputernya, ia tengah melengkapi data-data yang harus ia bawa ke Mesir. Pikirannya masih kacau balau, ibunya bersikukuh untuk tidak mengijinkannya pergi ke Mesir.
Ditengah kesibukannya, Ibu Nafisah memanggil anaknya,
“Narina ayo keluar dari kamarmu, sekarang sudah waktunya makan siang. Sudah sejak tadi pagi kau tidak keluar kamar.”

Dengan setengah berlari ia pun keluar kamar, jilbabnya yang anggun membuat ia terlihat lebih cantik, “Ia bu, tunggu sebentar.” Ia segera duduk dan bersiap untuk makan, sebelum makan ia mencuci tangannya terlebih dahulu.
“Ayah mana bu? Kok dia gak makan bareng kita?”
“Ayahmu sedang keluar sebentar, ngga lama lagi ayahmu juga pulang nak.”
“ Oh ya bu, rencananya minggu depan aku akan berangkat ke Mesir. Semua data-data yang aku butuhkan sudah hampir selesai…Belum selesai bicara, ibunya langsung memotong ucapan anaknya, “ Sudah berapa kali ibu bilang, ibu tak akan pernah mengijinkan kamu untuk pergi ke Mesir. Buat apa sih nak kamu kuliah jauh-jauh disana? Di Jakarta kan juga banyak Universitas Islam yang bagus,”
“Tapi bu kesempatan untuk kuliah disana hanya sekali,” tanpa sadar air matanya pun menetes.
Memang berat bila ia harus berpisah dengan ibunya, terlebih lagi ia akan berada di Mesir selama kurang lebih empat tahun dan belum tentu ia dapat pulang setiap tahun untuk menemui ibunya. Kepergiannya ke Mesir untuk melanjutkan pendidikannya, ia mendapatkan beasiswa di Al Azhar University Cairo. Sejak kecil ia selalu bermimpi untuk pergi ke Mesir dan melihat betapa indahnya Sungai Nil, dan impiannya kini sudah ada di depan mata.
“Tolong ijinkan aku bu, aku hanya beberapa tahun saja disana, aku akan selalu memberi kabar pada ibu. Aku tak akan pernah lupa pada ibu yang sangat aku sayangi,”
“Apapun alasanmu tetap saja ibu tak rela bila harus hidup sendirian tanpamu nak, ibu sangat menyayangimu. Ibu tak ingin kehilangan anak semata wayang ibu, huhuhu (ibunya pun ikut menangis).

Ayahnya pun masuk segera masuk ke dalam rumah ketika ia mendengar suara tangisan yang terdengar dari teras rumah.
“Kenapa kalian berdua menangis?” Tanya sang ayah kebingungan.
“Ibu tetap tidak mengijinkanku untuk berangkat ke Mesir ayah, aku sudah tidak tau harus bagaimana lagi.”
“Sudahlah bu biarkan anakmu memilih jalan hidupnya, ia sudah dewasa dan ayah yakin kalau ia bisa menjaga dirinya baik-baik.”
“Iya bu, benar apa kata ayah. Aku yakin bisa menjaga diri disana, di Mesir aku juga tidak sendiri. Aku ditemani Hikami dan Amalia, mereka juga kuliah disana,”
“Huh yasudahlah terserah kalian … tapi jika terjadi apa-apa pada Narina, ayah yang akan ibu salahkan.”
Akhirnya Ibu Nafisah mengijinkan kepergian anaknya ke Mesir. Memang berat melepaskan anak semata wayangnya untuk hidup mandiri di Mesir. Ia sangat menyayangi Narina dan kemana saja Narina pergi selalu ditemani ibunya. Wajah mereka pun sangat mirip, bahkan terkadang ada orang yang mengira bahwa mereka adalah kakak beradik. Perbedaan umur diantara mereka juga tidak berbeda jauh, ibunya baru berusia 37 tahun dan anaknya 20 tahun lebih muda dari usianya kini.
***

Tibalah hari yang ia tunggu-tunggu, hari ini adalah hari keberangkatannya ke Mesir. Ia memasukkan semua perlengkapan pribadinya ke dalam koper birunya. Tak lupa ia membawa Novel Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2 karangan Habiburrahman El Shirazy, ia sangat menyukai novel itu. Baginya begitu banyak ilmu yang ia dapatkan dari novel itu. Setelah selesai menyiapkan perlengkapannya, ia langsung mengambil air wudhu untuk Salat Dhuha. Ia masih punya waktu setengah jam lagi sebelum berangkat ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sebelum berangkat ia menyempatkan diri untuk menelpon kedua temannya, Hikami dan Amalia, ia ingin memastikan bahwa kedua temannya sudah siap untuk berangkat ke Mesir. Setelah itu tak lupa ia berpamitan kepada kedua orang tuanya,
Narina pun berangkat, tak lupa ia mencium tangan kedua orang tuanya. Baru beberapa langkah berjalan, ia lalu memalingkan tubuhnya dan kembali untuk memeluk ibunya. Tak terasa air matanya mengalir membasahi jilbab biru mudanya, ia begitu sedih harus berpisah untuk sementara waktu dengan ibunya tapi di sisi lain ia juga tak bisa menyia-nyiakan kesempatan untuk kuliah di Mesir.

Sudah lima jam ia berada di dalam pesawat, perjalannya masih sekitar tujuh jam lagi tetapi ia belum bisa tertidur. Padahal Amalia sudah tertidur pulas, sedangkan Hikami masih saja fokus dengan bukunya. Anak yang satu ini memang suka sekali membaca buku, baginya waktu terasa hambar bila ia tak membaca buku. Narina lalu memutuskan untuk memasang headset dan memutar sebuah lagu favoritnya,

Bertuturlah cinta
Mengucap satu nama
Seindah goresan sabdamu dalam kitabku
Cinta yang bertasbih
Mengutus hati ini
Kusandarkan hidup dan matiku padamu
Bisikkan doaku dalam butiran tasbih
Kupanjatkan pintaku padamu Maha Cinta
Sudah diubun-ubun cinta mengusik resah
Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit
Ketika cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu
Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta
Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
Sujud syukur pada-Mu atas segala cinta

Akhirnya ia pun tertidur dalam bait-bait lagu Ketika Cinta Bertasbih, sejurus kemudian ia sudah tiba di Mesir. Hikami membangunkan kedua temannya, sejak tadi pagi Hikami belum memejamkan mata sehingga wajahnya terlihat agak pucat. Mereka pun segera turun dari pesawat dan menuju rumah yang telah disewa oleh Amalia. Kebetulan salah satu kerabat dari Amalia ada yang tinggal di Mesir dan rumah itu sudah tidak ditempati lagi. Wajah Narina tampak begitu bahagia ketika menapakkan kakinya di Mesir, ia seolah tak percaya.
Setelah tiba di rumah, tak lupa Narina memberi kabar pada orang tuanya di Indonesia. Mereka bertiga langsung membersihkan rumah dan beristirahat sejenak untuk melepas lelah. Ada dua kamar, satu kamar untuk Narina dan yang satunya lagi untuk Hikami dan Amalia. Mereka begitu kelelahan, tetapi Narina memutuskan keluar sebentar untuk mencari makanan. Narina melihat pemandangan di sekelilingnya, begitu banyak wanita bercadar disana. Lalu ia berhenti sejenak ketika ada rumah makan yang menjual makanan asli Indonesia. Ia memperhatikan semua menu yang tersedia, tampaknya ia agak sedikit bingung harus memesan apa. Akhirnya ia memutuskan untuk membeli 3 bungkus nasi, rendang, sayur nangka, dan es teh. Semuanya dibungkus untuk ia makan bersama kedua temannya. Saat ia ingin keluar, ia hampir bertabrakan dengan seorang lelaki yang sepertinya orang Indonesia juga.
“Maaf maaf, saya sedang terburu-buru.” Ujar lelaki itu dengan nafas yang terengah-engah.
“Iya ngga apa-apa”, sepintas ia terpesona oleh lelaki itu. Wajahnya yang terlihat lelah seperti orang yang tidak tidur semalaman tapi aura yang dipancarkannya begitu memikat bagi siapapun yang melihatnya.
Ternyata kedua temannya sudah bangun dan tengah menonton tv di rumah.
“Assalamualaikum,”
“Waalaikumsalam,” jawab kedua temannya hampir bersamaan. “Dari mana kamu Na?”
“Ini aku beli makanan, aku tau pasti kalian laper banget,’’ tanpa disuruh Amalia langsung mengambil piring dan gelas. Ia sudah tidak bisa lagi menahan rasa laparnya. Dan lusa adalah hari pertama mereka kuliah, kebetulan Amalia mengambil jurusan yang sama dengan Narina, yakni jurusan Sejarah dan Peradaban Islam sedangkan Hikami mengambil jurusan Perbandingan Agama.
“Ternyata Al-Azhar gede benget ya, duh ga nyesel deh kuliah disini. Meskipun aku ga dapet beasiswa seperti kalian, tapi aku seneng bisa satu universitas sama kalian.” Kata Amalia. Kebetulan Narina tidak sekelas dengan Amalia, maka ia mencari kelasnya sendiri. Saat ia sedang kebingungan mencari kelasnya, lalu ada seorang lelaki yang menghampirinya, “Lagi bingung nyari kelas ya? Tanya lelaki itu,

Seketika itu juga Narina kaget bukan kepalang, ternyata lelaki yang waktu itu pernah membuatnya terpesona kini ada di hadapannya. Dengan sedikit gugup ia menjawab pertanyaan lelaki tadi, “Ia, dan saya mahasiswa baru disini,” Lalu mereka saling berkenalan, lelaki itu bernama Andi Hanif Rahman. Ternyata Andi juga kuliah di Al-Azhar dan berada dalam jurusan yang sama, tetapi Andi satu tingkat diatas Narina. Ada sedikit rasa senang di hatinya saat ia tau siapa nama lelaki itu, ia merasa apakah ia sedang jatuh cinta atau tidak.
***

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Tak terasa ia sudah tiga tahun di Mesir, rasanya sudah begitu lama ia tak bertemu dengan ibunya. Rasa rindunya sudah tak tertahankan lagi, terkadang ia menangis dalam sujudnya di malam hari. Pemandangan sungai nil yang begitu indah, membuatnya semakin sedih. Seandainya saja saat ini ada sang ibu yang menemaninya, pasti kebahagiaannya di Mesir akan lengkap sudah. Butir demi butir air matanya menetes, hembusan angin merasuk ke dalam tubuh dan jiwanya. Tanpa sadar ternyata ada seorang lelaki yang berdiri di sampingnya, ia pun segera mengusap air matanya dengan tisu yang ada di sakunya.
“Kuperhatikan sejak tadi, mengapa kau menangis? Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu,” Tanya Andi.
Dengan suara serak ia pun membuka suara,”Aku rindu pada ibuku, sudah 3 tahun aku tak bertemu dengannya, oh ya kenapa ka Andi bisa ada disini?”
‘’Hehe sebenarnya aku mengikutimu sejak kau pulang kuliah, kelihatannya kau sangat sedih dan begitu terburu-buru,”
“Ah, mana mungkin kakak ngikutin aku. Hehe kakak ini ada-ada aja,” akhirnya ia pun sudah mulai bisa tersenyum. “Kakak masih inget ngga waktu kita ketemu di rumah makan? Tepatnya tiga tahun yang lalu,”
“Ya iyalah, kakak inget banget malah. Kakak kan suka sama kamu sejak kita ketemu waktu itu…”

Wajah Narina terlihat memerah, sepertinya ia malu dan tidak tau harus berkata apa. Mereka diam sejenak, tak ada yang berani untuk membuka suara. Narina malah pulang ke rumahnya, Andi hendak mengejarnya tapi ia tak punya keberanian. Sebenarnya Andi tak berniat untuk mengatakan itu pada Narina, tapi kata-kata itu keluar seketika dari mulutnya. Ia memang jatuh hati pada Narina sejak pertama kali ia bertemu. Waktu itu ia hampir telat untuk masuk kerja jadi ia terburu-buru dan hampir menabrak Narina. Sejak saat itu ia penasaran dengan sosok gadis itu, sampai akhirnya ia bertemu lagi dengan Narina di Universitas Al-Azhar. Ia semakin sering memperhatikan Narina saat gadis itu berada di kampus, tetapi Narina tak pernah menyadarinya. Baginya, Narina adalah sosok yang sederhana, lemah lembut dan ia bagaikan bunga yang bermekaran di musim semi. Narina cukup terkenal di kampusnya, ia adalah mahasiswi yang cerdas. Ia pun aktif dalam kegiatan-kegiatan kampus.

Setibanya di rumah, Narina langsung masuk ke dalam kamarnya dan menangis hingga sesenggukan. Kedua temannya langsung menghampiri Narina, lalu Narina menceritakan apa yang ia alami hari ini kepada kedua temannya. Termasuk awal mula pertemuannya dengan Andi dan perasaan yang ia pendam pada Andi.
“Ya ampun Narina, kenapa kamu gak bilang ke Andi kalo kamu juga suka sama dia? Jelas-jelas kalian kan saling cinta,” tutur Lia,
“Tapi aku ga mau kalo kak Andi suka sama aku,”
Hikami dan Amalia langsung saling berpandangan, mereka bingung mengapa Narina bersikap seperti itu.” Aku itu ga mau kalo nantinya aku malah pacaran sama kak Andi, aku takut kalo kuliah aku jadi terganggu. Disini aku tinggal satu tahun lagi, aku pengen pulang ke Indonesia dengan gelar sarjana terbaik jadi aku gak pengen ngerusak impian aku itu dengan pacaran,” ungkap Narina.
Dengan spontannya, Lia langsung megeluarkan idenya, “ Emm gimana kalo kamu nikah aja? Kak Andi juga udah lulus, kan ga ada larangan menikah buat mahasiswa.”
Saran dari Lia hanya membuatnya semakin bingung, akhirnya ia memutuskan untuk menjauhi Andi selama beberapa waktu. Ia butuh waktu untuk memikirkan masa depannya itu.
***

Sudah hampir sepuluh bulan Narina tidak bertemu dengan Andi, ada rasa rindu yang terbersit dalam hatinya tapi ia memilih untuk menahan rasa rindunya itu. Padahal Andi selalu berusaha untuk menemuinya, tapi ia selalu menolak. Ada saja alasan yang dibuat oleh Narina, padahal Andi telah membulatkan tekadnya untuk melamar Narina.
Dan sepuluh bulan setelah kelulusannya, usaha yang Andi rintis semakin maju. Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia mencoba bisnis berbagai macam pakaian muslim secara online dan omset yang ia dapatkan sangat memuaskan. Mungkin cukup untuk biaya pernikahannya kelak, tapi belum ada jodoh yang tepat untuknya. Padahal banyak gadis yang menyukainya tapi entah mengapa ia selalu menolaknya. Hanya Narina yang selalu ada di pikirannya, ia yakin suatu saat nanti ia bisa mempersunting gadis pujaannya itu. Ia bertekad untuk selalu menunggu Narina, sampai gadis itu mau menerima ia sebagai suaminya.

Tak terasa, hari kelulusan itu telah tiba dan Narina dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik di kampusnya. Betapa bahagia dan terharunya dia, ia pun tak sabar untuk kembali ke tanah air dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Ia pun memutuskan untuk segera pulang ke Indonesia bersama Amalia. Sementara Hikami memilih untuk melanjutkan S2 nya, meskipun ada sedikit rasa sedih karena ia harus berpisah dengan kedua temannya tapi ia mencoba untuk tetap tegar karena ia memang bercita-cita untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Narina pun pulang tanpa sempat memberi kabar kepada Andi, karena ia sudah terburu-buru.
Dua belas jam di pesawat, membuatnya kelelahan. Tapi setibanya di rumah, seolah rasa lelah itu hilang sudah. Ia langsung memeluk kedua orang tuanya dan menangis di pundak ibunya. Mereka saling melepas rindu, lalu sang ibu bertanya pada Narina, “Ibu bangga sama kamu nak, kamu bisa memberikan yang terbaik. Lalu bagaimana dengan jodohmu nak, apakah kau sudah menemukan jodoh yang tepat di Mesir?”

Seketika itu juga Narina merasa seolah tubuhnya bak tersiram air panas, ia teringat dengan Andi. Ia tidak sempat menemui Andi, bagaimana nasib andi sekarang, semua itu hanya terbenak dalam pikirannya.
“Ditanya ko malah diem?”, ucap ibunya.

Ia mulai membuka suara, dengan terbata-bata ia menceritakan pada ibunya bahwa ia sudah menemukan lelaki yang ia dambakan tapi ia malah menjauhinya.
“Yasudah nak gak apa-apa, kalo jodoh gak akan kemana,”
Lalu ia masuk kedalam kamar, ia masih memikirkan Andi. Bagaimana Andi sekarang, sudah hampir setahun ia menjauhi Andi. Apakah Andi masih menyukainya,
***

Ibu Nafisah ingin sekali ke Mesir, maka sang Ayah mengajak istri dan anaknya untuk berlibur di Mesir selama beberapa pekan. Di sisi lain, Andi masih terus mencari Narina. Setelah Narina lulus, ia tak pernah memberi kabar pada Andi tapi tetap saja Andi setia menunggu Narina.
Saat Narina hendak berkunjung ke rumah Hikami, ia bertemu dengan Andi. Ingin rasanya ia memeluk Andi untuk menghilangkan rasa rindunya selama ini tapi ia tak bisa. Mereka berdua menangis dan saling bertatapan, Andi tak menyangka penantiannya selama ini membuahkan hasil.
“Narina aku sangat menyayangimu, selama ini aku selalu menunggumu tapi kau tak pernah ada kabar. Aku tak ingin bila harus kehilanganmu lagi, maka maukah kau menikah denganku?”

Narina pun tak bisa menjawab, ia merasa sangat terharu. Inilah saat-saat yang selalu ia tunggu. “Huhuhu aku juga sayang sama kakak, kalau begitu temui orang tuaku dan nikahi aku.”
“Baiklah kalau begitu, akan kusuruh teman-temanku untuk memanggil penghulu dan surat-surat pernikahan akan diurus secepatnya,”
Sesampainya di hotel, Andi langsung meminta ijin pada orang tua Narina untuk menikahi anaknya nanti malam ba’da Isya dan orang tua Narina menyetujuinya.
Setelah azan isya berkumandang, semua teman-teman Narina dan Andi yang berada di Mesir ikut datang untuk menyaksikan prosesi akad nikah mereka. Narina terlihat begitu cantik dengan pakaiannya yang serba putih, Andi juga terlihat tampan. Akad nikah mereka cukup sederhana.

Narina begitu bahagia, kini ia telah menemukan cinta sejatinya. Ia pun sempat meneteskan air mata saat Andi berkata,” Saya terima nikah dan kawinnya Narina Najmatunnisa binti Husein dengan seperangkat alat solat dibayar tunai.”
Semua hadirin pun turut berbahagia, akhirnya cinta Narina Najmatunnisa dan Andi Hanif Rahman berlabuh di Mesir.

Sumber : Irna Octarina

Makna Hidup Dan Kehidupan

Kadang terlintas dipikiranku,
Apa sebenarnya arti kehidupan
ini
sesungguhnya?Setiap manusia
tentunya memilki kehidupannya masing-
masing.Semuanya memiliki arti
kehidupan yang berbeda,Seperti kamu
dan aku tentu berbeda tentang
pengertian hidup.Berbeda manusia
berbeda pula arti kehidupan
seseorang dan setiap manusia juga
mempunyai jalan masing-masing
untuk hidup.hal inilah yang
menyebabkan setiap manusia
mempunyai pengertian hidup yang
berbeda.Ada
yang sadar dan ada pula yang
tidak menyadari apa sebenarnya
arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya.Tidak ada
yang bisa menyangkal kalau
seseorang belum mengetahui akan
arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya.Tentu semuanya
memerlukan proses.Dalam
proses inilah manusia mencari akan
arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya.
Saat manusia menemukan arti
kehidupannya selanjutnya manusia
berpikir untuk apa arti kehidupan ini?
Begitu manusia menemukan untuk
apa arti kehidupan tersebut.berarti ia
telah menemukan jati diri yang
sesungguhnya.Terlintas
dibenakku ketika melihat seorang
kakek berjalan kaki dengan
penglihatan yang kurang sempurna
begitu semangatnya ia menggeluti
pekerjaan sebagai penjual keliling.
Rasa iba datang ketika melihat
kondisi tersebut akan tetapi
dibenakku begitu terinspirasi
akan pencarian arti dari sebuah kehidupan yang
sesungguhnya.Kemudian ada
lagi suatu cerita ketika yang
bertolak 180 derajat dari kisah
seorang kakek tadi.Seseorang yang
hidupnya berkecukupan,penuh
dengan kesenangan tiada derita
yang menghampirinya akan tetapi ia
tidak mempunyai arti kehidupan yang
sesungguhnya,Untuk apa arti
kehidupannya?Ia sendiri tidak pernah
menyadarinya.Kadang kita juga sering
kehilangan akan arti sebuah kehidupan yang
sesungguhnya.Tak sedikit pula orang
yang patah semangat,putus asa
dalam menjalani kehidupan.stress karena
tak mempunyai arah dan tujuan hidup.
Betapa pentingnya dalam diri
seseorang memahami akan arti
kehidupan yang sesungguhnya.Mungkin
diri kita akan terasa goyang saat
diterpa musibah.Kehilangan akan
sesuatu ataupun lainnya yang
menyebabkan diri terombang-ambing
dalam kehidupan.Seandainya kita
benar-benar memahami arti sebuah kehidupan
tentu kita akan benar-benar tegar
dalam menghadapi setiap gejolak
kehidupan.Sebagai manusia yang
beragama tentunya kita mempunyai
sandaran hidup akan keyakinan kita
terhadap tuhan.Kita bisa
menemukan arti kehidupan
sesungguhnya lewat agama yang
kita anut.Kita terus berpikir dan
mencari sampai pada titik yang
mempertemukan antara diri dengan
tuhan.Dengan begitu kita akan
sadar sejauh mana kita mengartikan
kehidupan ini.
Dan pada akhirnya tinggal
kita sendiri yang menyimpulkan Apa
arti kehidupan ini?Untuk Apa?Dan
Akan Dibawa Kemana Arah Kehidupan Kita Tersebut?
mungkin kita sebagai manusia akan
terus berpikir dan mencari. Maka
sempatkanlah diri anda untuk
berpikir dan terus mencari Arti
kehidupan ini.Kita boleh berbeda akan
pengertian arti kehidupan ini,tetapi kita jangan pernah sama-
sama terjerumus kedalam gejolak
kehidupan yang akan menyesatkan
diri kita sendiri.

Sumber : Juliya hikmah

Sekilas tentang Alfiyah Ibnu Malik

Terlihat setiap kali menjelang fajar adzan subuh di sudut serambi masjid Al Muhajirin Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, seorang santri duduk menghadap kiblat,beralaskan sajadah bergambar masjid dengan kopiah putih menempel di kepalanya. Entah apa yang sedang di lakukannya,dan entah dari mulai jam berapa dia sudah duduk di serambi masjid itu,yg jelas ia hampir setiap malam,ketahuan Pengurus Pondok seperti itu.Ia memegang kitab kecil seukuran buku saku yang kertasnya berwarna kuning. Kepalanya menghadap keatas dengan mata terpejam, sesekali ia turunkan pandangannya kearah kitab kecil di tangan kanannya.
Dahinya mengerut, menandakan keseriuasan mendalam. Seolah ada suatu memori yang coba ia putar didalam batok kepalanya. Mulutnya pun tak berhenti bergerak berkomat kamit. Apa yang sebenarnya yang ia lakukan? Ia sedang menghafalkan bait demi bait dari kitab: “ALFIYAH” yang berjumlah 1002 bait.

Dalam literatur pesantren di Indonesia, sudah tak asing lagi bahkan hampir seluruh pesantren menyertakan alfiyah sebagai salah satu pelajaran wajib dan menjadi tolak ukur sejauh mana kepandaian seorang santri dalam ilmu gramatikal arab.

Karya monumental ini dikarang oleh maha guru Syeh Muhammad bin Abdullah nin Malik Al-Andalusy atau lebih dikenal dengan sebutan Imam Ibnu Malik. Alfiyah memang menarik. Bahkan telah masyhur dikalangan pesantren bahwa seorang santri belum dikatakan “santri” jika belum menguasai atau setidaknya mempelajari Alfiyah.

Sudah pasti kitab ini amat menarik,Karena dalam kitab Alfiyah ini Mushonif sendiri ( Pengarang )sudah menyebutkan “Adapun Kitab Alfiyah ini adalah Kitab yang Ringkas berbentuk Nadzam, namun mencakup semua pembahasan masalah Ilmu Nahwu dengan detil. Sebagaimana beliau katakan pada Bait Muqaddimah pada Kitab Alfiyah ini:

“Juga aku memohon kepada Allah untuk kitab Alfiyah, yang dengannya dapat mencakup seluruh materi Ilmu Nahwu”.

Metode Kitab Alfiyah ini sebenarnya cukup memberikan kemudahan bagi pelajar untuk menguasainya. Tidak hanya untuk para senior. Karena Alfiyah ini cukup mengandung pengertian yang sangat luas, tapi dengan lafad yang ringkas. Sebagaimana beliau memberi penilaian terhadap Kitab Alfiyah ini, dalam Muqaddimahnya yang berbunyi:

“Mendekatkan pengertian yang jauh dengan lafadz yang ringkas serta dapat menjabar perihal detail dengan janji yang cepat”

Kitab Alfiyah ini, disebut juga Kitab Khalashah yang berarti Ringkasan. Diringkas dari Kitab karangan beliau yang benama Al-Kafiyah As-Syafiyah, merupakan Kitab yang membahas panjang lebar tentang Ilmu Nahwu. Sebagaimana beliau berkata pada Bait terahir dari Kitab ini, yaitu pada Bait ke 1000:

“Telah terbilang cukup kitab Khalashah ini sebagai ringkasan dari Al-Kafiyah, sebagai kitab yang kaya tanpa kekurangan”.

Beliau juga memberi motivasi, bahwa Kitab ini dapat memenuhi apa yang dicari oleh para pelajar untuk memahami Ilmu Nahwu. Beliau berkata pada Bait ke 999

“Aku rasa sudah cukup dalam merangkai kitab Nadzom ini, sebagai Kitab yang luas pengertiannya dan mencakup semuanya”.

Sebelum masuk bahasan judul, baik nya ada sekilas ulasan tentang Kitab Alfiyyah dan Pengarang nya :

Kitab Nahwu Sharaf Alfiyah Ibnu Malik, adalah sebuah Kitab Mandzumah atau Kitab Bait Nadzam yang berjumlah seribu Bait, berirama Bahar Rojaz, membahas tentang kaidah-kaidah Ilmu Nahwu dan Ilmu Sharaf . Kitab Alfiyyah Ibnu Malik adalah kitan populer dan melegenda dalam ilmu Gramatika / tata bahasa arab. Kitab ini di kenal dibelahan dunia, baik daratan timur maupun barat. Di barat, “The Thousand Verses” nama lain dari kitab Alfiyyah Ibnu Malik.
Alfiyyah ibnu Malik dijadikan panduan utama di bidang kajian linguistik Arab.

Di Indonesia, Alfiyyah Ibnu Malik juga di kaji diberbagai daerah. Pesantren-pesantren yang tersebar diwilayah Nusantara hampir tidak ada yang menyingkirkan peranan kitab ini.
Besarnya peranan Alfiyyah Ibnu Malik tampaknya menjadi titik puncak bagi harapan si pengarang. Ibnu Malik pernah mengungkapkan melalui satu bait dalam nadzomnya; “Waqad yanubu ‘anhu ma ‘alaihi dal kajidda kullal jiddi wafrokhil jadal”. Nadzom ini seolah-olah mengisyaratkan keinginan Ibnu Malik bahwa Alfiyyah yang benar-benar telah menggantikan perannya munjukkan seperti sebuah langkah penuh keseriusan dan kebahagiaan yang tiada tara.

Harapan akan manfaat kitab Alfiyyah Ibnu Malik bagi dinamika ilmu keislaman juga pernah diungkapkannya melalui salah satu bait dalam nadzomnya; “Wallahu Yaqdhi bihibatin waafiroh li walahu fi darojatil akhiroh”. Semoga dengan ampunan yang sempurna, Allah memberikan aku Dan dia (IbnuMu’thi guru imam sibawaih) sebuah draja tyang tinggi diakhirat.
Kelebihan mengkaji Ilmu Nahwu-Shorof khususnya alfiyah dibandingkan dengan ilmu fiqh dan lainnya adalah ketetapan qoidahnya. qoidah Nahwu-Shorof merupakan ilmu yang paten/pasti yaitu qoidahnya tidak akan pernah berubah ila akhirizzaman.sedangkan didalam ilmu fiqh akan selalu terus berkembang mengikuti zaman, seiring muncul dan berkembangnya suatu masalah. Begitu banyak orang yang cenderung mengkaji alfiyyah, sampai-sampai Ibnu Malik sebagai pengarangnya dinobatkan sebagai Taj ‘ulama an-Nuhaat (Mahkota Ilmu Nahwu).

Pengarang Kitab Alfiyyah Ibnu Malik. :

Pengarang Kitab Alfiyah ini, adalah seorang pakar Bahasa Arab, Imam yang Alim yang sangat luas ilmunya. Beliau mempunyai nama lengkap Abdullah Jamaluddin Muhammad Ibnu Abdillah Ibnu Malik at-Tha’iy al-Jayyaniy. Beliau dilahirkan di kota Jayyan Andalus (Sekarang: Spanyol) pada Tahun 600 H. Kemudian berpindah ke Damaskus dan meninggal di sana pada Tahun 672 H. ( Wallohu ‘Alam)

Ibnu malik juga mendapatkan nama laqob (julukan) Jamaluddin dan nama kunyah Abu Abdulloh,Pada saat itu, penduduk negeri ini sangat cinta kepada ilmu, dan mereka berpacu dalam menempuh pendidikan, bahkan berpacu pula dalam karang-mengarang buku-buku ilmiah.

Pada masa kecil, Ibn Malik menuntut ilmu di daerahnya, terutama belajar pada Syaikh Al-Syalaibuni (w. 645 H). Setelah menginjak dewasa, ia berangkat ke Timur untuk menunaikan ibadah haji,dan diteruskan menempuh ilmu di Damaskus.

Di sana ia belajar ilmu dari beberapa ulama setempat, antara lain Al-Sakhawi (w. 643 H). Dari sana berangkat lagi ke Aleppo, dan belajar ilmu kepada Syaikh Ibn Ya’isy al-Halaby (w.643H). Di kawasan dua kota ini nama Ibn Malik mulai dikenal dan dikagumi oleh para ilmuan, karena cerdas dan pemikirannya jernih. Ia banyak menampilkan teori-teori nahwiyah yang menggambarkan teori-teori mazhab Andalusia, yang jarang diketahui oleh orang-orang Syiria waktu itu.
Di antara penulis-penulis syarah Alfiyah lainnya, yang bisa ditampilkan dalam tulisan ini, adalah Al-Muradi, Ibn Hisyam, Ibn Aqil, dan Al-Asymuni.

Al-Muradi (w. 749 H) menulis dua kitab syarah untuk kitab Tashil al-Fawaid dan Nazham Alfiyah, keduanya karya Ibn Malik. Meskipun syarah ini tidak popular di Indonseia, tetapi pendapat-pendapatnya banyak dikutip oleh ulama lain. Antara lain Al-Damaminy (w. 827 H) seorang sastrawan besar ketika menulis syarah Tashil al-Fawaid menjadikan karya Al-Muradi itu sebagai kitab rujukan. Begitu pula Al-Asymuni ketika menyusun Syarah Alfiyah dan Ibnu Hisyam ketika menyusun Al-Mughni banyak mengutip pemikiran al-Muradi.
Ibnu Hisyam (w.761 H) adalah ahli nahwu terkenal yang karya-karyanya banyak dikagumi oleh ulama berikutnya. Di antara karya itu Syarah Alfiyah yang bernama Audlah al-Masalik yang terkenal dengan sebutan Audlah .Dalam kitab ini ia banyak menyempurnakan definisi suatu istilah yang konsepnya telah disusun oleh Ibn Malik, seperti definisi tentang tamyiz. Ia juga banyak menertibkan kaidah-kaidah yang antara satu sama lain bertemu, seperti kaidah-kaidah dalam Bab Tashrif. Tentu saja, ia tidak hanya terpaku oleh Mazhab Andalusia, tetapi juga mengutip Mazhab Kufa, Bashrah dan semacamnya. Kitab ini cukup menarik, sehingga banyak ulama besar yang menulis hasyiyahnya. Antara lain Hasyiyah Al-Sayuthi, Hasyiyah Ibn Jama’ah, Ha-syiyah Putera Ibn Hisyam sendiri, Hasyiyah Al-Ainiy, Hasyiyah Al-Karkhi, Hasyiyah Al-Sa’di al-Maliki al-Makki, dan yang menarik lagi adalah catatan kaki ( ta’liq ) bagi Kitab al-Taudlih yang disusun oleh Khalid ibn Abdullah al-Azhari (w. 905 H).

Adapun Ibnu Aqil (w. 769 H) adalah ulama kelahiran Aleppo dan pernah menjabat sebagai penghulu besar di Mesir. Karya tulisnya banyak, tetapi yang terkenal adalah Syarah Alfiyah. Syarah ini sangat sederhana dan mudah dicerna oleh orang-orang pemula yang ingin mempelajari Alfiyah Ibn Malik . Ia mampu menguraikan bait-bait Alfiyah secara metodologis, sehingga terungkaplah apa yang dimaksudkan oleh Ibn Malik pada umumnya. Penulis berpendapat, bahwa kitab ini adalah Syarah Alfiyah yang paling banyak beredar di pondok-pondok pesantren, dan banyak dibaca oleh kaum santri di Indonesia. Terhadap syarah ini, ulama berikutnya tampil untuk menulis hasyiyahnya. Antara lain Hasyiyah Ibn al-Mayyit, Hasyiyah Athiyah al-Ajhuri, Hasyiyah al-Syuja’i, dan Hasyiyah Al-Khudlariy.
Syarah Alfiyah yang hebat lagi adalah Manhaj al-Salik karya Al-Asymuni (w. 929 H). Syarah ini sangat kaya akan informasi, dan sumber kutipannya sangat bervariasi. Syarah ini dapat dinilai sebagai kitab nahwu yang paling sempurna, karena memasukkan berbagai pendapat mazhab dengan argumentasinya masing-masing. Dalam syarah ini, pendapat para penulis Syarah Alfiyah sebelumnya banyak dikutip dan dianalisa. Antara lain mengulas pendapat Putra Ibnu Malik, Al-Muradi, Ibnu Aqil, Al-Sayuthi, dan Ibnu Hisyam, bahkan dikutip pula komentar Ibn Malik sendiri yang dituangkan dalam Syarah Al-Kafiyah , tetapi tidak dicantumkan dalam Alfiyah . Semua kutipan-kutipan itu diletakkan pada posisi yang tepat dan disajikan secara sistematis, sehingga para pembaca mudah menyelusuri suatu pendapat dari sumber aslinya.

KITAB-KITAB KARANGAN IMAM IBNU MALIK.

Beliau memiliki banyak karangan, diantaranya;

1.KITAB ALFIYYAH, yang juga dinamakan AL-KHULASHOH
2.KITAB AL-KAFIYAH dan syarahnya
3.KITAB KAMALUL UMDAH dan syarahnya
4.KITAB LAMIYATUL AF’AL
5.KITAB TASHIL dan syarahnya
6.KITAB Al-‘ALAM
7.KITAB Al-TAUDHIH
8.KITAB Al_QOSIDAH Ath-THOIYYAH
9.KITAB TASHILUL FAWAID
karya beliau yang sangat terkenal digunakan diseluruh dunia, dicintai para pelajar dan para ulama’ adalah kitab alfiyyah.
Karya emas beliau yang lain, yg cukup terkenal bernama Kitab Al-Kafiyah As-Syafiyah, terdiri dari tiga ribu Bait Nadzam yang juga bersyair Bahar Rojaz. Juga Kitab lainnya, karangan beliau yang terkenal bernama: Nadzam Lamiyah al-Af’al yang membahas Ilmu Sharaf, Tuhfatul Maudud yang membahas masalah Maqshur dan Mamdud. Semuanya membahas tentang Tata Bahasa Arab baik Nahwu atau Sharaf.

KISAH SINGKAT IMAM IBNU MALIK MENGARANG KITAB ALFIYYAH.
Imam ibnu malik sewaktu mengarang nadlom alfiyyah, setelah mendapatkan seribu bait, beliau ingin menulis kembali karyanya, namun ketika sampai pada bait;
“FAIQOTAN MINHA BI ALFI BAITIN”
(Alfiyyah ibnu malik mengungguli alfiyyah ibnu Mu’thi dengan menggunakan seribu bait) beliau tidak mampu meneruskan karangannya dalam beberapa hari, kemudian beliau bermimpi dalam tidurnya bertemu seseorang, dan orang itu bertanya;
“katanya kamu mengarang seribu bait yang menerangkan ilmu nahwu”.?
imam ibnu malik menjawab; “iya”
orang itu lalu bertanya; “ sampai dimana karanganmu?”
lalu dijawab; ”sampai pada bait…FAIQOTAN MINHA BIALFI BAITIN”.
Apa yang menyebabkan kamu tercegah menyempurnakan bait itu?”
lalu dijawab; “saya tidak mampu meneruskan sejak beberapa hari”
lalu ditanya;”apakah kamu ingin menyempurnakannya?”
dijawab “iya”
lalu orang itu berkata; “orang yang masih hidup mampu mengalahkan seribu orang yang mati”
Ibnu malik berkata;” apakah kau ini guruku?, imam ibnu mu’thi?”
lalu dijawab “iya”
kemudian imam ibnu malik merasa malu,dan paginya mengganti separuh bait tersebut dengan bait;
وَهْوَ بِسَبْقِ حَائِزٌ تفضِيْلَا # مُسْتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ اْلجَمِيْلَا

(ibnu mu’thi memperoleh kedudukan utama, karena beliaulah yang memprakarsainya,dan sepantasnyalah pujian baikku untuknya).Setelah itu imam ibnu malik mampu menyelesaikan kembali karangannya hingga sempurna.

Sumber : Santri Brabo

Di Balik Bait yang Menyentuh Hati

 

Kali ini tentang cinta. Cerdasnya itu orang yang bisa menghubung-hubungkan bait-bait alfiyah dengan cinta. Mewakili kegamanganku pula isinya. Wes jannn… santri Sarang!!! Ini saya beri sedikit tambahan kata-kata dari saya. Meskipun begitu, ide pokoknya tetap dari teman saya itu. Sayangnya, sepertinya ada yang terdistorsi karena keteledoran saya. Mau nyari lagi ketemunya lama… Ah, ya udah ini dulu ya ^_^

“Faqod yakunaani munakkaroini, kama yakunaani mu’arrofaini”

“Alfiyah Ibnu Malik bab Atof bait 537”
Terkadang pasangan suami istri itu
ditemukan secara kebetulan sama tidak mengenalnya, dan terkadang keduanya sudah mengenal sejak kecil.
Menikah adalah saat dimana ketidaksempurnaan bukan masalah yang di permasalahkan
Saat dimana ketulusan diikatkan sebagai senyum kasih
Saat dimana kesendirian dicampakkan sebagai kebersamaan
Saat dimana kesetiaan harga mati yang tak bisa dilelang
Gadis perawan bagaikan penghalang dan satir bagi laki-laki yang mau mendekati, tapi dengan rendah diri akan berhasil memikatnya
Biarlah aku berbicara padanya dengan selembar kertas dan pena. siapa tahu dia mau menerima cintaku tanpa sesal
“Aku cinta kamu, andai kau mencintaiku seperti aku mencintaimu, maka kau akan gila karena mencintaiku”.
Ingat, jangan mencintai seseorang dari harta dan kedudukannya!
“Lirrof’i wan nashbi wajarrinas sholaah, ka’rif binaa fainnanaa nilnaal minaah”

Alfiyah ibnu Malik bait 58

Kemewahan, kedudukan dan kekurangan tidak menyebabkan kebaikan dalam bercinta (berumah tangga) seperti kau ketahui apa yang kita dapatkan”
Sebagaimana yang diterangkan di BAIT yang lain

“Muwaafiqon fillafdhi wal ma’na lahu mumaatsilun lam yughi ‘anhu ghairuhu”

Saling menyocoki seia sehati, bisa menjadi contoh keluarga dan tidak membutuhkan selainnya.
“Wa’ulqotun haashilatun bitaabi’i ka’ulqotin binafsil ismil waqi’i”
cinta yang kita sambung dengan surat menyurat atau sms, bagi diri ini samalah artinya dengan kehadiranmu, karena kehadiran suratmu itu bagai bayang wajahmu yang hadir di depanku.

Sumber : Dian Sofia

Surga Dan Kenikmatan Yang Dijanjikan

SURGA (Al Jannah) adalah suatu tempat di alam akhirat yang penuh dengan keselamatan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemuliaan. Di sanalah tempat segala keindahan dan kesenangan yang belum pernah kita lihat dan belum pernah kita nikmati di dunia. Karena itulah surga dikatakan pahala sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. (QS. 18/Al-Kahfi: 31) Allah SWT juga menegaskan, bahwa: “Para penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya, dan paling indah tempat istirahatnya.” (QS. 25/Al-Furqon: 24)

Siapa sajakah yang berhak menghuni surga? Ditegaskan dalam Al-Qur’an bahwa surga diperuntukkan bagi orang yang beriman. “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. 2/Al-Baqoroh: 82) “Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, mereka akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Danjanji Allah itu benar. (QS. 4/An-Nisa’: 122) Yang termasuk orang beriman dan berbuat kebajikan, menurut hadits Rosulullah saw. yang diriwayatkan oleh Tirmidzi adalah orang yang:

a.        suka memberi makan fakir-miskin;

b.        lembut bicaranya; dan

c.        gemar berpuasa dan sholat pada malam hari sewaktu manusia yang lain tidur nyenyak.

Tentu saja penghuni surga itu tidak hanya dari umat Nabi Muhammad Rosulullah saw., melainkan juga sebagian dari umat

para nabi terdahulu. Allah SWT berfirman, “Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah), berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian*). (QS. 56/Al-Waqi’ah: 11-14)

A. KEADAAN SURGA DAN PENGHUNINYA

Keadaan di dalam surga penuh dengan keindahan dan kenikmatan. Para penghuninya juga selalu diliputi kesenangan. Al- Qur’an memaparkan keadaan surga kegiatan sehari-hari penghuni surga sebagai berikut:

=> mereka duduk berhadapan di atas dipan-dipan. (QS. 15/Al-Hijr: 47-48)

=> mereka mengenakan pakaian berwarna hijau yang terbuat dari sutra halus dan sutra tebal. (QS. 18/Al-Kahfi: 31)

=> mereka mendapat perhiasan berupa gelang-gelang dari emas dan mutiara. (QS. 22/Al-Hajj: 23)

==> mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. (QS. 25/Al- Furqon: 16)

=> mereka tak pernah berduka serta tak pernah merasa lelah dan tiada merasa lesu. (QS. 35/Fathir. 34-35)

=> mereka selalu bersenang-senang. (QS. 36/Yasin: 56-57)

=> mereka bersuka ria (QS. 52/At-Thur: 17-18)

:=> mereka selalu dikelilingi anak-anak muda yang selalu siap melayani mereka. Rupa mereka seakan-akan mutiara yang tersimpan (QS. 52/Ath-Thur: 24)

=> Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani- permadani yang indah. (QS. 55/Ar-Rohman: 74-76)

Diterangkan dalam sebuah hadits, bahwa di surga setiap pria beristri dua. Abu Huroiroh ra. mengabarkan, Muhammad Rosuhdlah saw. bersabda, “Rombongan yang pertama-tama masuk surga wajahnya bagai bulan purnama. Mereka tidak meludah, tidak membuang ingus, dan tidak buang air di sana. Bejana dan sisir mereka terbuat dari emas dan perak. Pedupaan mereka kayu gaharu yang harum. Keringat mereka seharum kesturi. Setiap pria mempunyai dua istri yang kedua betisnya ternbus pandang sehingga kelihatan sumsumnya di balik kulit karena sangat indahnya. Mereka tidak pernah marah atau bertengkar. Hati mereka senantiasa bersatu bertasbih kepada Allah SWTsepanjangpagi dan petang”. (HR. Muslim)

Seluruh penghuni surga berhati bersih. Tidak memiliki rasa dendam dan dengki. Dan masing-masing merasa bersaudara. “Kami cabut segala macam dendam yang ada dalam dada mereka” (QS. 7/Al-A’rof 43) “Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara. ” (QS. 15/Al-Hijr: 47-48) Karena itulah interaksi yang terjadi antar sesama penghuni surga selalu damai. Sebab:

=> mereka tidak mendengar perkataan yang tiada berguna (QS. 19/ Maryam: 62)

=> mereka juga tidak mendengar kata-kata yang menimbulkan dosa, (QS. 56/A/- Waqi’ah: 25)

=> dan tiada terdengar kata-kata dusta (QS. 78/An-Naba’: 35)

Para ahli surga pun memperoleh pendamping yang lebih baik dari pada istri-istri mereka sewaktu di dunia. “Kemudian Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah”. (QS. 44/Ad- Dukhon: 54) “Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang cantik bermata indah.” (QS. 52/Ath-Thur: 20)

Sebagaimana kehidupan di dunia, para penghuni surga pun mendapat makan dan minum, namun tidak pernah buang air besar atau kecil. Jabir ra. memberitahukan, Muhammad Rosulullah saw. bersabda, “Penduduk surga juga makan minum di dalamnya, namun mereka tidak meludah, tidak buang air besar atau kecil, dan tidak membuang ingus”. Sahabat bertanya, “Bagaimana makanan yang mereka makan ? ” Nabi saw. bersabda, “Keluar dari sendawa yang harumnya seperti kesturi. Mereka senantiasa bertasbih dan bertahmid sebanyak tarikan nafas kalian”. (HR. Muslim) Berikut ayat-ayat Al-Qur’an yang mengemukakan tentang kegiatan makan minum penghuni surga, antara lain:

=> mereka (penghuni surga) memperoleh buah-buahan dan apa yang mereka inginkan. (QS. 2/Al-Baqoroh: 25)

=> mereka menerima rezeki setiap pagi dan petang. (QS. 19/Maryam: 62-63)

=> mereka memperoleh ucapan “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (QS. 36/Ya Sin: 57-58)

=> piring-piring di surga terbuat dari emas. (QS. 43/Az-Zukhruf: 71- 72)

=> mereka (para penghuni surga makan minum dengan enak. (QS. 52/Ath-Thur: 19)

=> di surga ada pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) (QS. 56/Al-Waqi’ah: 27-34)

=> di surga terdapat minuman air kafur. (QS. 76/Al-Insan: 5-6)

=> buah-buahan di surga mudah dipetik. ’’Dan naungan (pepo- honan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah- mudahnya untuk memetik (buah)nya (QS. 76/Al Insan: 4)

=> bejana-bejana dan gelas-gelas di surga terbuat dari perak. (QS. 76/Al-Insan: 15-16)

=> di surga juga ada minuman jahe. (QS. 76/Al-Insan: 17-18)

=> di surga ada kebun-kebun dan buah anggur. (QS. 78/An-Naba’: 31-34)

=> di surga terdapat bermacam-macam daging yang diinginkan. (QS. 52/Ath-Thur: 22)

=> di surga boleh meminum minuman keras yang tidak mema- bukkan. (QS. 37/Ash- Shoffat: 45-47)

=> di surga terdapat sungai susu, madu, dan sungai arak serta berbagai macam buah-buahan. (QS. 47/Muhammad: 15)

>Sungai-sungainya.
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa: di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khomr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring.”(QS. Muhammad [47]: 15)

>Buah-buahannya tidak mengenal musim dan dapat dipetik dari dekat.
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti dan naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertaqwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang yang kafir ialah neraka.” (QS. ar-Ra’d [13]: 35)

>Peralatan makan dan minum.
“Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.”(QS. al-Insan [76]: 15-16)

>Pakaian dan perhiasan.
“(Bagi mereka) surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.”(QS. Fathir [35]: 33)

>Pembaringan mereka.
Di dalamnya ada pembaringan-pembaringan yang ditinggikan, gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.”(QS. al-Ghasyiyah [88]: 13-16)

>Bidadari.
“Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik.”(QS. al-Waqi’ah [56]: 22-23)

>Memandang wajah Alloh Subhanahuwata’ala.
Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda:

(( إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ يَقُوْلُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: تُرِيْدُوْنَ شَيْئًا أَزِيْدُكُمْ؟  فَيَقُوْلُوْنَ: أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوْهَنَا؟ أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ؟ فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ، فَمَا أُعْطُوْا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ ))

“Jika ahli surga telah masuk ke surga, maka Alloh berfirman: ‘Apakah kalian suka Aku tambahkan?’ Jawab mereka: bukankah telah Kau putihkan wajah–wajah kami, bukankah telah Kau masukkan kami ke dalam surga, bukankah telah Kau selamatkan kami dari neraka? Maka Alloh pun membuka tirai hijab-Nya, hingga wajahnya terlihat oleh mereka. Maka tidak ada sesuatu yang lebih mereka sukai daripada memandang wajah Rabb mereka.” (HR. Muslim)

Penghuni jannah kekal di dalamnya, tidak pernah sakit dan tidak akan mati, tidak beranjak usia mereka dari 33 tahun. Keringat mereka harum bak kesturi: tidak ada kesusahan sedikit pun juga. Mendapat kekuatan 100 orang dalam bersetubuh. Istri-istri mereka selalu gadis. Wanita dunia yang masuk surga lebih cantik dari bidadari. Sangat cinta hanya kepada suaminya saja. Hati dan matanya tidak menoleh kepada laki-laki lain.

Penghuni surga tidak ngantuk, tidak tidur, tidak buang kotoran apapun dan tidak bersedih sedikitpun. Kenikmatan jannah sungguh tiada taranya.
Wahai kaum muslimin…, ingatlah bahwa jalan menuju ke surga itu penuh onak dan duri. Rasululloh Sholallohu’alaihi wa sallam bersabda:

(( حُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ وَحُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ ))

“Neraka dikelilingi oleh syahwat (hawa nafsu) dan surga dikelilingi oleh kesulitan-kesulitan.” (HR. Muslim)

Karena itu bersabarlah dalam meniti jalan Alloh Subhanahuwata’ala yang lurus, yang akan mengantarmu ke surga-Nya yang kekal abadi. Sabar dalam menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan menerima qodar-Nya dengan penuh keridhoan.

Sumber : Pustaka>>Hikmah

21 Manfaat Buah Kelengkeng bagi Kesehatan Tubuh

Anda suka makan kelengkeng? Kelengkeng memiliki banyak nama lain, ada yang menyebutnya mata kucing, atau badaro. Apapun namanya buah ini memiliki khasiat bagi kesehatan kita. Sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi secara teratur. Kelengkeng bisa kita jadikan sebagai minuman segar atau kita konsumsi langsung saat santai.

Kenapa kelengkeng bisa kaya dengan khasiat bagi kesehatan? Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Ada beberapa nutrisi yang sangat penting yang terdapat pada buah yang kecil bulat seperti kelereng ini, seperti: vitamin A, vitamin B, B1, B2, B3, vitamin C, kalsium, zat besi, mangan, fosfor, kalium, seng, magnesium dan juga asam tartik selain itu terdapat senyawa lainnya yaitu fitokimia dan senyawa lainnya yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Sangat banyak sekali bukan? Makanya selalu stok buah ini di rumah anda. Oke langsung saja, kita bahas apa saja manfaat kelengkeng bagi kesehatan anda.
Khasiat Buah Kelengkeng

1. Anti-depresan
Kelengkeng memberikan efek menenangkan, meningkatkan fungsi syaraf, mengatasi iritasi dan mengurangi rasa lelah. Kelengkeng juga dapat mengobati insomnia dan penyakit kelainan tidur lainnya.
2. Membantu kerja jantung dan limpa
Dengan mengurangi stres dan kelelahan, kelengkengkeng memperingan kerja jantung dan limpa. Kelengkeng juga dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler dan stroke.
3. Mempercepat penyembuhan dan memperpanjang harapan hidup
Bersama dengan polifenol, kelengkeng dapat memerangi radikal bebas dalam tubuh dan mencegah kerusakan sel. Kelengkeng juga bisa mengurangi risiko terserang beberapa tipe kanker.
4. Melancarkan sirkulasi darah
Ini mengapa kelengkeng bisa dimanfaatkan untuk mencegah anemia. Selain itu, kelengkeng terbukti mampu mengendalikan kadar zat besi dalam tubuh.
5. Diet
Kelengkeng memiliki kadar lemak dan kalori yang sangat rendah. Setengah mangkuk kelengkeng hanya mengandung 35 kalori, pilihan yang tepat untuk diet.
6. Sumber energi
Meskipun memiliki lemak dan kalori yang rendah, kelengkeng mengandung karbohidrat kompleks yang dapat memasok energi dan meningkatkan stamina.
7. Mencegah Demam dan Flu
Banyak sekali kegunaan Vitamin C untuk menusia, termasuk meningkatkan ketahanan dan juga melindungi tubuh dari demam dan flu.
8. Kesehatan kulit
Kelengkeng bagus untuk kulit karena mengandung material ­anti-aging. Utamanya, kelengkeng mencegah kerutan kulit di dekat mata, meminimalisir kerusakan dan pengelupasan kulit serta mencerahkan warna kulit.
9. Biji kelengkeng dapat mengobati gigitan ular
Mengurut daerah yang digigit oleh ular dengan biji kelengkeng dapat menghisap racun sekaligus menyembuhkan lukanya.
10. Biji Kelengkeng menjaga kesehatan rambut
Zat saponin yang dikandung biji kelengkeng adalah bahan dasar sampo yang dapat membuat rambut menjadi indah.
11. Mengatasi nafsu makan hilang, limpah lemah dan diare
Makanlah 60 gram buah lengkeng segar, lakukan dua kali sehari pada pagi dan malam.
12. Luka bakar
Ambil sedikit kulit atau cangkang lengkeng, bakar sampai menjadi arang. Tumbuk halus dan campurkan dengan minyak tung (Aleuritis fordii). Bubuhkan pada bagian yg terbakar.
13. Luka luar yang tak kunjung sembuh
Ambil sedikit kulit atau cangkang lengkeng, bakar sampai menjadi arang. Tumbuk halus dan campurkan dengan minyak zaitun. Oleskan di daerah yang luka.
14. Mengatasi Jari kaki gatal dan bernanah
Ambil beberapa biji lengkeng, panggang di atas api. Tumbuk sampai halus, sebarkan di bagian yang sakit.
15. Amnesia, Penurunan Mental, Kecemasan (anxiety)
“Tonik lengkeng” (gui yan gao): 500 gram buah lengkeng segar dan 500 gram gula pasir, didihkan dalam airhingga menjadi kental. Diminum tiap hari satu sendok.
Badan lemah atau memperbaiki barat badan setelah sakit
Konsumsi 250 gram buah lengkeng segar setiap hari.
16. Lemah dan kurang tenaga saat hamil
Minumlah setiap hari satu sendok “tonik lengkeng” pada pagi dan malam hari.
17. Menyehatkan Usus
Buah lengkeng berguna pula menyehatkan usus dan memperbaiki proses penyerapan makanan,
18. Melancarkan Berbagai Penyakit

melancarkan buang air kecil, mengatasi cacingan, mengobati sakit kepala, keputihan dan hernia.
19. Peluruh Kencing dan Sirkulasi Darah
Sedangkan akar pohon lengkeng berkhasiat sebagai peluruh kencing dan melancarkan sirkulasi darah.
20. Antiradang dan Peredam Demam
Daun dari pohon lengkeng berkhasiat sebagai antiradang dan peredam demam.
21. Menghilangkan Rasa Sakit dan Menghentikan Pendarahan
Adapun bijinya berguna untuk menghilangkan rasa sakit dan menghentikan pendarahan.

Bagaimana? Sangat banyak sekali bukan manfaat buah kelengkeng bagi kesehatan yang bisa anda peroleh. Rajin-rajin mengkonsumsi buah yang satu ini ya.
Sumber : Manfaat buah . GOOGLE

Dimana

Terbayang dalam benakku
lenggak lenggok tubuhnya
hampasan lembut tangannya
menari mengikuti irama musik

Wajahnya yang mempesona
ikut menikmati dalam tarian
irama gamelan nan merdu
menambahkan keindahan dalam  menari

Tapi, apa sekarang ???
Seni Budaya kini mulai hilang
break band dan pip pop mulai merajalela
Dimana kebudayaan yang dulu berkembang?
dimana kebudayaan yang dulu selalu di lestarikan?

Inikah indonesia yang kau bilang kaya akan kebudayaan?
Tapi dimana? dimana seni budaya itu
tak banyak orang yang melestarikannya
seni budaya kini mulai merosot

dimana? dimana budaya itu?

sumber : Indazen milati

31 Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan

Manfaat buah naga bagi kesehatan tubuh memang sangat beragam, mulai dari manfaat yang sederhana sampai dengan manfaat yang penting dan tidak kita ketahui secara luas. Berikut adalah beberapa manfaat buah ini untuk tubuh kita.
  1. Menurunkan berat badan dan diet

Bagi anda yang telah mencoba berbagai hal dalam menurunkan berat badan sebaiknya mulai menyetok buah naga di dalam kulkas anda. Salah satu cara menurunkan berat badan adalah dengan mengisi perut dengan makanan kaya serat rendah kalori yang tidak membuat perut melar. Salah satunya adalah dengan konsumsi buah naga, buah ini memiliki kandungan serat yang tinggi dan mengandung banyak air yang akan membuat pencernaan menjadi lancar.

Manfaat buah/makanan untuk diet ? Coba ini

Manfaat apel
Manfaat kentang
Manfaat alpukat

2. Sumber besar antioksidan & Bagus untuk Detoks

Manfaat Antioksidan adalah untuk mengurangi radikal bebas yang ada di tubuh kita, dengan konsumsi buah ini setidaknya akan membantu proses detoksifikasi (pengeluaran racun dari tubuh melalui hati). Lalu bagaimana mendapatkan sumber antioksidan tersebut? jawaban terbesarnya adalah buah naga.

Baca Juga : Penting sebagai sumber antioksidan

Manfaat Kunyit
Manfaat buah mengkudu
Manfaat strawberry
Manfaat cabai

3. Mencegah Kanker

buah naga kaya akan antioksidan phytoalbumin yang membantu pembentukan radikal bebas karsinogenik dalam tubuh. Buah ini juga kaya serat, kalsium, fosfor, dan vitamin C dan B2, serta yang membantu mengeluarkan racun logam dari tubuh yang beberapa di antaranya dapat menyebabkan kanker.

Penting untuk kanker ?

Manfaat manggis
Manfaat daun serai
Manfaat sirsak
Manfaat daun sirsak

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Manfaat buah naga yang paling penting adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia. Kandungan antioksidan yang sangat besar dalam buah ini tentu akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Penting untuk sistem kekebalan tubuh :

Manfaat madu
Manfaat jeruk
Manfaat daun kelor

5. Mencegah Diabetes melitus

Buah naga juga dipercaya dapat mencegah terjadinya diabetes. Buah ini dapat membunuh sel jahat yang dihasilkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Selain itu kadar gula yang terkandung didalamnya juga sangat kecil sehingga sangat aman bagi penderita diabetes.

Penting untuk diabetes

Manfaat kacang panjang
Manfaat kentang
Manfaat beras merah
Manfaat buah mengkudu
Manfaat Pare
Manfaat pete
Manfaat daun afrika
Manfaat daun mangga
Manfaat semut jepang
Manfaat nasi Jagung
Manfaat ubi jalar
Manfaat daun alpukat
Manfaat quaker oat
Manfaat susu kedelai
Manfaat tahu

6. Meningkatkan nafsu makan
uah Naga juga dapat meningkatkan nafsu makan karena dalam buah ini mengandung vitamin B2 dan B1 yang dipercaya dapat menambah nafsu makan terutama bagi anak anak.

7. Menunda penuaan dini
Jika anda sering menghirup udara yang terpolusi maka anda terpotensi terkena penuaan dini yang sangat cepat dari biasanya. Anti oksidan yang ada di buah naga dapat membantu untuk mencegah penuaan dini ini.

8. Batuk dan Asma

Gangguan pernapasan seperti asma dan batuk akibat flu mungkin dapat mempersulit dan sangat mengganggu aktivitas keseharian kita. Meskipun buah ini bukan pengganti pengobatan, namun ia dapat membantu meringankan batuk dan penyakit gangguan pernafasan.

Buah naga juga memiliki jumlah vitamin C yang sangat tinggi yang membuat sistem kekebalan tubuh Anda lebih kuat sehingga Anda dapat melawan infeksi lebih mudah.

9. Tekanan darah tinggi & Serangan Jantung

Ada dua faktor utama yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular (penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah) :

Stress
Penyumbatan arteri
Mengingat bahwa buah naga pada dasarnya “membersihkan” bagian tubuh manusia maka ia juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan yang berhubungan dengan pembuluh darah lainnya.

Selain itu, makanan ini juga dikenal untuk membantu mengurangi tingkat stres oksidatif yang merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular.

10. Baik untuk Tulang dan Darah
Dengan kandungan kalsium dan zat besi yang cukup tinggi, buah naga juga baik untuk tulang dan darah. FAO menganggap buah naga adalah buah dengan nilai gizi tinggi karena kandungan kalsiumnya. Satu buah kecil memenuhi 1 persen dari nilai harian. Buah naga merupakan sumber yang lebih baik dari besi dengan memenuhi 8 persen dari nilai harian. Selain membantu kesehatan tulang, kalsium diperlukan untuk fungsi otot yang tepat dan transmisi syaraf. Zat besi diperlukan untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Isi buah naga ini sangat tinggi vitamin C nya yang sangat membantu untuk meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi lebih banyak.

Manfaat Buah Naga Untuk Konsumsi Sehari Hari
sponsored links
Buah naga sangat bermanfaat jika dikonsumsi sehari hari, buah ini memiliki kandungan air dan vitamin serta serat yang sangat tinggi. Selain itu, manfaat buah naga lainnya secara tidak langsung yang penting adalah untuk menurunkan kadar kolestrol, memperkuat tulang dan gigi, merawat kesehatan mata, dan merawat kesehatan jantung. Berikut adalah beberapa manfaat buah naga untuk dikonsumsi sehari hari

11. Memperkuat tulang dan gigi
12. Baik untuk membersihkan usus
13. Mencegah peradangan
14. Menjaga ion tubuh
15. Buah untuk meningkatkan stamina
16. Agar tidak mudah kram
17. Mencegah kelumpuhan otot
18. Baik untuk menjaga kelembaban kulit
19. Baik untuk manula
20. Menjaga kesehatan syaraf
21. Baik untuk menjaga usus dari perkembangan bakteri
22. dapat digunakan untuk perwarna alami (buah naga merah)
23. dapat digunakan untuk membasmi jerawat
24. Mencegah kerapuhan tulang
25. Baik untuk pencernaan bayi di atas 1 tahun
26. Menjaga kelancaran sistem peradaran darah
27. Baik untuk meningkatkan ASI
28. Baik untuk mengobati panas dalam
29. Baik untuk mengobati sariawan
30. Sangat ampuh untuk mengatasi tengorokan kering
31. Dapat menjaga kulit wajah agar tetap kencang

Mengingat manfaat kesehatan sangat banyak sekali, jangan pernah ragu untuk mengkonsumsi buah naga agar kesehatan anda selalu terjaga sepanjang hari. Buah ini juga dapat membantu sistem pencernaan tubuh manusia.

Efek samping buah naga

Sampai saat ini masih belum ditemukan efek samping konsumsi buah naga, buah ini dapat dikonsumsi oleh wanita hamil, menyusui, penderita diabetes, penyakit jantung, hingga penderita asma. Namun perlu diketahui bahwa satu satu nya efek yang akan anda terima adalah air seni dan feses yang agak berubah kemerah-merahan.

Bayi berumur 1 tahun juga telah dapat diberikan konsumsi buah naga.

Sumber : manfaat.co.id

 

Larangan Merokok di Pesantren

Di salah satu pesantren di Gorontalo, santri-santri dilarang keras merokok. Dan sang Kiai pengasuh pondok pesantren itu tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) berat pada santri yang ketahuan melanggar aturan merokok di pesantren itu. Namun tentu saja ada santri nakal yang nekat melakukan pelanggaran.

Bahkan, sering beberapa santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari, pada saat gelap di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecilnya, atau di tempat jemuran pakaian atau di pekarangan sang Kiai. Bahkan ada juga yang tidak jijik merokok di dalam WC sambil pura-pura sedang BAB.

Satu hari, saat malam telah larut, salah seorang santri perokok ingin kembali melakukan aksi terlarangnya. Meski sudah agak mengantuk karena kelamaan menunggu waktu yang aman untuk merokok, ia pun bergegas ke kebun belimbing, di belakang salah satu gedung pesantren itu. Santri itu lalu mendekati seseorang temannya di kejauhan yang sedang menyalakan rokok. Suasana disekitar yang jauh dari lampu penerangan membuat tempat itu memang agak gelap dan aman untuk merokok.

“Kang, minta rokoknya… sekalian dengan api-nya…sup.” katanya sambil menyodorkan jari tengah dan telunjukknya.

Temannya langsung menyerahkan sebungkus rokok yang dipegangnya. Santri perokok itu tanpa memperhatikan temannya itu langsung buru-buru mengisap rokok.

“Alhamdulillah, asyik sup…” katanya. Diteruskan dengan isapan kedua, sambil memejamkan mata seakan menghayati isapan rokoknya.

Rokok semakin menyala, dan… dalam gelap dengan bantuan nyala rokok itu lama-lama kelamaan si santri mulai sadar dengan siapa dia sebenarnya saat itu sedang merokok bareng. Namun santri belum yakin betul dan diteruskan dengan isapan selanjutnya… Isapan yang dalam sehingga membuat rokok itu semakin menyala terang. Dan…

Ternyata… yang dia mintai rokok adalah Kiainya sendiri.

Bukan main, si santri itu sangat kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur, lari tunggang langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya.

Sang Kiai pun marah besar sambil berteriak :

“Hei rokok saya jangan dibawa, itu tinggal satu-satunya, Kang…”

 

Sumber : Abdul bagus alkatiri

4 Sebab Islam Jadi Agama Terbesar Dunia pada 2070

Pertumbuhan umat muslim di dunia diprediksi lebih banyak dibandingkan dengan jemaat Kristen. Pernyataan itu hasil penelitian Pew Research Center, Amerika Serikat. Bahkan, Pew menyebutkan jumlah umat muslim diprediksi menjadi pemeluk agama paling besar di dunia pada 2070.

Hasil riset Pew menjelaskan, pertumbuhan umat muslim di dunia terjadi karena beberapa hal. Pertama, perkembangan umat Islam terbesar datang dari India dan Benua Afrika. Seperti di India, walau mayoritas penduduknya beragama Hindu, jumlah pemeluk Islam pada 2050 atau 2070 akan menjadi paling besar di dunia. (Baca: 2070, Islam Jadi Agama Mayoritas di Dunia)

“Jumlah penganut Islam di India melebihi umat muslim di Indonesia,” kata laporan Pew Research Center, seperti yang dikutip dari laman resmi lembaga riset itu, awal April 2015. Negara-negara sub-Sahara juga akan menyumbangkan populasi muslim baru terbesar selama tiga dekade mendatang.

Kedua, beberapa negara seperti Inggris, Australia, Benin, Bosnia-Herzegovina, Prancis, Belanda, Selandia Baru, dan Republik Makedonia, tingkat populasi umat Kristen berkurang dari 50 persen. Namun, pertumbuhan umat Islam di Eropa akan berkembang. Di Eropa, jumlah muslim mencapai 10 persen dari total populasi pada 2050. Islam pun menjadi agama mayoritas di 51 negara. (Baca: India Akan Kalahkan Indonesia Soal Pemeluk Islam)

Ketiga, pertumbuhan agama Kristen di Amerika Serikat turun lebih dari tiga perempat dari populasi pada 2010 dan menjadi dua pertiga pada 2050. Agama Yahudi pun tidak akan menjadi terbesar setelah Kristen. “Umat muslim lebih banyak di Amerika dibandingkan orang yang mengaku Yahudi sebagai dasar agama,” ujar laporan Pew.

Keempat, secara global, umat Islam di dunia memiliki tingkat kesuburan tinggi. Rata-rata, 3,1 anak per perempuan. Sedangkan, jemaat Kristen memiliki rata-rata 2,7 anak per perempuan dan Yahudi rata-rata 2,3 anak per perempuan.

Jika hal tersebut tidak banyak berubah, jumlah seluruh pemeluk di agama di dunia akan setara dengan jumlah jemaat Kristen atau sekitar 32,3 persen pada 2070. Sedangkan, jumlah umat muslim akan terus bertambah dan diprediksi meningkat menjadi 35 persen dari populasi manusia pada 2100.

Pada 2100, umat muslim akan lebih banyak daripada jemaat Kristen. Yaitu, dari seluruh populasi di dunia, 35 persen akan memeluk agama Islam, sedangkan 34 persen menjadi jemaat Kristen. Sisanya, adalah pemeluk Hindu, Buddha, agama kepercayaan, Yahudi, dan warga tidak beragama.

Penelitian Pew ini berdasarkan data yang dimiliki oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan jumlah penduduk pada 2010 dengan total 6,9 miliar jiwa. Pada tahun itu, agama Kristen menjadi mayoritas dengan total 31,4 persen atau sekitar 2,2 miliar jiwa. Sedangkan, agama Islam, sekitar 23,2 persen atau sekitar 1,6 miliar jiwa. Tidak beragama 16,4 persen atau sekitar 1,1 miliar orang. Agama Hindu di angka 15 persen atau sekitar 1 miliar jiwa.

Sedangkan agama Buddha mencapai 7,1 persen atau sekitar 487,8 juta jiwa. Agama lokal di angka 5,9 persen atau sekitar 404,6 juta jiwa. Yahudi 0,2 persen atau sekitar 13,8 juta jiwa. Dan agama lainnya mencapai 0,8 persen atau sekitar 58,1 juta jiwa.

Pada 2050 dengan total populasi manusia yang diprediksi mencapai 9,3 miliar. Populasi jemaat Kristen pun nyaris diimbangi umat Islam. Yaitu, agama Kristen di angka 31,4 persen dengan total 2,9 miliar jiwa. Agama Islam dengan angka 29,7 persen atau sekitar 2,8 miliar jiwa. Tidak beragama 13,2 persen atau sekitar 1,2 miliar jiwa. Agama Hindu 14,9 persen atau sekitar 1,4 miliar jiwa.

Agama Buddha 5,2 persen atau sekitar 487 juta jiwa. Agama lokal sekitar 4,8 persen atau 450 juta jiwa. Yahudi 0,2 persen atau sekitar 16 juta jiwa. Dan agama lainnya 0,8 persen atau sekitar 61,4 juta jiwa.