Murka Alloh dan Hati Manusia Menurut Islam dan Kristen

“Marah” adalah salah satu sifat manusia. Artinya, suasana hati yang tidak nyaman karena sesuatu hal. “Murka” adalah sinonim dari kata “marah.” Tapi kedua kata ini mempunyai sedikit perbedaan. Kata “murka” biasanya digunakan untuk menggambarkan suasana hati seseorang yang kemarahan dan keberangannya sudah sangat mendalam.

Kitab Suci menyebutkan bahwa “murka” adalah salah satu atribut Allah.

Mengapa Allah Mempunyai Atribut Murka?
Kita mengenal Allah adalah Tuhan yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Bahkan Kitab Suci Allah mengatakan bahwa Allah adalah kasih, “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (Injil, Surat 1 Yohanes 4:8).

Dengan sifat-Nya yang adalah kasih, dapatkah Allah murka? Tentu bisa! Dalam surah Al-Fatihah ditulis “. . . . . . bukan (jalan) mereka yang dimurkai (‘alayhim gayril magdubi)” (Qs 1:7). Apa yang mengakibatkan murka (ghadhab) Allah? Menurut MQ Shihab, karena pelanggaran! (Tafsir Al-Mishbah, hal. 88).

Kenajisan Hati dan Murka Allah
Benar, Allah adalah Tuhan Maha Pengasih. Tetapi, Dia juga adalah Allah yang dapat murka. Kenajisan hati manusia karena dosa, adalah penyebab Allah murka.

Alkitab menekankan, Allah memperhatikan lebih dari pelanggaran. Allah melihat jauh lebih ke dalam hati. “Segala kecenderungan hatinya [manusia] selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Taurat, Kitab Kejadian 6:5). Nabi Besar Allah, Yeremia menggambarkan hati manusia sebagai sesuatu yang licik dan membatu (Kitab Nabi Yeremia, 17:9).

Dan Nabi Daud menulis, Allah memandang ke bawah dari sorga dan menyimpulkan bahwa semua manusia melakukan kejahatan (Kitab Mazmur 53:1-3). Isa Al-Masih menekankan, semua kejahatan ini datang dari dalam hati manusia (Injil, Rasul Markus 7:21-22).

Dapatkah Amal Ibadah Membersihkan Hati Manusia?
Kejahatan yang ada dalam hati manusia, mengakibatkan murka (ghadhab) Allah. Kejahatan itu tidak dapat dibersihkan dengan amal dan kegiatan agama. Nabi umat Muslim berkata, “Bukan amal seseorang yang memasukannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, . . . .” (HSM 2412-2414).

Jelaslah, bahwa amal ibadah dan kegiatan agama tidak dapat membersihkan hati manusia. Juga, amal ibadah tidak dapat menghilangkan murka Allah.

Isa Al-Masih Memberi Hati Baru
Kitab Suci Allah menuliskan, “. . . darah Yesus . . . . menyucikan kita dari pada segala dosa. . . .  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (Injil, Surat I Yohanes 1:7-9).

Hanya Isa Al-Masih, akibat penyaliban-Nya, dapat menghapus kejahatan ini dari hati manusia. Dia satu-satunya yang dapat memberi hati yang baru. Hati yang bersih dari pelanggaran dan terhindari dari murka Allah.

 

sumber: Dialog Agama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.